Esai Pramoedya Ananta Toer: Arti Pentingnya Sejarah

Rp 0,00

Penulis: Pramoedya Ananta Toer
Media: Media Kerja Budaya
Tahun: Oktober – November 1999
Halaman: Sisipan

Versi Produksi: Digital/PDF
Kondisi File: Terbaca/Terang
Lokasi Stok: Gudang Warsip

Stok 10

SKU: KL_9604 Kategori: , Label , ,

Keterangan

Pertama tentang negara yang adalah negara maritim, terdiri dari belasan ribu pulau. Tetapi mengapa diduduki oleh Angkatan Darat. Dari bupati kadang-kadang sampai kepala desa. Mengapa ini bisa terjadi. Ini adalah kesalahan historis. Kesalahan lain dengan kekeliruan. Kesalahan berasal dari dari otak, sedangkan kekeliruan adalah kesalahan dalam pelaksanaan teknis. Kenapa sampai terjadi kesalahan ini?

Politik paternalisme kolonial, adalah hasil dari perkawinan antara kolonialisme dan feodalisme. Perkawinan itu begitu mendalamnya sehingga menghancurkan golongan menengah pribumi. Perkawinan antara kolonialisme dan feodalisme, melahirkan satu kelas khusus dalam masyarakat, pada zamannya dinamai priyayi. Priyayi ini yang melahirkan kemudian birokrasi kolonial. Karena sudah asal-usulnya demikian maka kita bisa menduga mentalnya bagaimana.

—–

Kliping yang berasal dari pidato tanpa teks Pramoedya Ananta Toer ini menyoroti kekeliruan historis dalam pengelolaan Indonesia. Penulis mengkritik dominasi militer Angkatan Darat atas negara kepulauan maritim serta dominasi Jawa-Sentrisme yang diwarisi dari sistem VOC dan kolonial Belanda. Kekeliruan tata kelola yang membelakangi realitas maritim ini dinilai memicu timbulnya berbagai gerakan separatis di daerah.

Pram juga mengulas dampak buruk perkawinan antara kolonialisme dan feodalisme yang melahirkan budaya paternalisme serta kelas priyayi. Penulis menceritakan pengalamannya di Pulau Buru serta mengkritik ketergantungan masyarakat pada “budaya panutan”. Menurutnya, Indonesia harus mengganti budaya panutan tersebut dengan menumbuhkan budaya individualitas yang berani berpikir mandiri dan kritis.

Selain itu, kliping ini menyinggung eksploitasi kekayaan alam Indonesia oleh negara-negara maju serta pembunuhan massal 1965–1966. Penulis menyerukan generasi muda untuk mengoreksi kesalahan sejarah, menghapus ketimpangan Utara-Selatan, dan membangun kedaulatan manusia yang lebih adil.

CATATAN

Anda bisa menghubungi juru kunci Gudang Warung Arsip via SMS/Whatsapp 0878-3913-7459 (Pesan Cepat), JIKA:

– Kesulitan masuk di situs web warungarsip.co

– Jika dokumen yang Anda cari belum ada di situs web. Sebab, karena kemampuan penyimpanan yang tidak maksimal, sebagian besar kliping tidak bisa diunggah.