Keterangan
Bangsa apapun cenderung memiliki obsesi narsistik untuk menulis sejarah keberadaan bangsanya sejak jaman purbakala. Dalam setiap bangsa selalu ada pihak-pihak yang secara membabi buta mengklaim bahwa segala peristiwa yang terjadi di wilayah tanah-airnya sebagai sejarah nasional. Misalnya saja, buku sejarah berjilid-jilid yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia, Sejarah Nasional Indonesia, diawali dengan ulasan arkeologis fosil-fosil pra-sejarah. Padahal, siapapun tahu bahwa kepala Manusia Jawa yang pernah hidup jutaan tahun lalu tak mungkin berisi ide tentang bangsa Indonesia.
Nasionalisme Timor Timur menjadi kekuatan populer di kalangan masyarakatnya justru di bawah kolonialisme Indonesia. Ia menjadi ideologi populer karena kebutuhan yang sama untuk melawan penindasan militer oleh kolonialisme Indonesia. Ketika Indonesia menyerbu Timor Timur pada 1975, jumlah kaum nasionalis di wilayah itu tidak banyak. Walaupun jumlah penduduknya sedikit (kurang lebih 600.000 orang), sama sekali tidak bisa dikatakan mereka punya kebudayaan yang sama: ada 28 kelompok etnoloinguistik.
—–
Kliping ini menguraikan evolusi konsep nasion dan nasionalisme dari era pra-modern hingga bentuk modernnya. Penulis mengkritik kecenderungan historiografi nasional yang anakronistis, di mana sejarah modern bangsa diproyeksikan secara tidak rasional hingga ke zaman purbakala.
Roosa menjelaskan bahwa gagasan negara-bangsa lahir bersamaan dengan perubahan tata birokrasi, pemetaan wilayah yang jelas, serta standarisasi bahasa di Eropa pada abad ke-18. Pemikiran dari para sejarawan dan filsuf seperti Hans Kohn, Eric Hobsbawm, E. P. Thompson, Karl Marx, hingga V. I. Lenin dihadirkan untuk meninjau dinamika nasionalisme—baik sebagai instrumen kelas borjuasi maupun sebagai gerakan pembebasan anti-kolonial di Asia dan Afrika.
Secara khusus, kliping ini menyoroti kasus Timor Timur sebagai bangsa terbaru yang lahir dari perlawanan kolektif terhadap pendudukan militer Indonesia sejak tahun 1975. Meskipun memiliki keberagaman etnolinguistik yang tinggi dan keterbatasan infrastruktur, kemauan bersama untuk melawan penindasan telah membentuk identitas nasional Timor Timur hingga mengantarkan rakyatnya memilih kemerdekaan pada jajak pendapat tahun 1999.
CATATAN
Anda bisa menghubungi juru kunci Gudang Warung Arsip via SMS/Whatsapp 0878-3913-7459 (Pesan Cepat), JIKA:
– Kesulitan masuk di situs web warungarsip.co
– Jika dokumen yang Anda cari belum ada di situs web. Sebab, karena kemampuan penyimpanan yang tidak maksimal, sebagian besar kliping tidak bisa diunggah.





