Keterangan
Memoar gadis cantik asal Cirebon dan berkreasi di Bandung yang menderita lupus. Ia berjuang memaknai hari-hari menjelang kematiannya yang justru dengan cara yang aneh membuat setiap detik dan menit menjadi begitu berharga. Ia terpukau tak henti-hantinya pada indahnya keabadian dalam hidup di sini dan saat ini.
Sinta Ridwan tumbuh dalam keluarga yang berantakan. Namun, perjalanan hidupnya yang terjal dan berteman dengan kematian akibat lupus yang terus menyertainya, membuatnya kuat. Ia mengubah yang sedih menjadi ceria; suka menjadi duka. Cita-cita luhurnya membangun museum naskah kuno Nusantara.
CATATAN: Jika sulit untuk login, silakan hubungi jalur cepat Gudang Warung Arsip via SMS/Wasap ~ 0878-39137-459 (Pesan Cepat)

