Bedah Kasus Judi Jili II Yorrys Th. Raweyai: Jalan Panjang Menuju “Sidang Srimulat”

Rp 10.000,00

Penulis: Eni Saeni, Sulton Mufit
Media: TAJUK
Tahun: 1998, 30 April
Halaman: 70-79
Ukuran: 13,4 MB

Versi Produksi: Digital/PDF
Kondisi File: terbaca/Terang
Lokasi Stok: Gudang Warsip

 

Stok 18

SKU: KL_9437 Kategori: Label , ,

Keterangan

Kliping ini mengulas kontroversi hukum yang melibatkan Yorrys Th. Raweyai, tokoh Pemuda Pancasila sekaligus anggota MPR, yang tertangkap dalam razia judi oleh Pomdam Jaya di Restoran-Karaoke Kiss Me, Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat, pada dini hari 29 Januari 1998.

Kasus ini menjadi sorotan tajam karena merupakan kali kedua Yorrys terjerat persoalan serupa (sebelumnya pada 1994) dan sarat dengan nuansa politis mengingat statusnya sebagai pejabat publik di tengah situasi negara yang genting menjelang Sidang Umum MPR.

Yorrys tertangkap tangan dalam permainan judi “remi tusuk”. Namun, proses hukumnya mengalami kebuntuan atau “P-18” (berkas dikembalikan jaksa ke polisi) sebanyak dua kali.

Letkol (Pol.) Drs. H. Abdullah H.S. dari Polda Metro Jaya menyatakan Yorrys masih berstatus tersangka, namun terdapat kontradiksi keterangan saksi yang sangat mencolok. Tiga anggota Pomdam Jaya yang melakukan penggerebekan memastikan Yorrys ikut bermain, sementara empat saksi lainnya—yang juga berada di ruangan tersebut—membantahnya dan menyatakan Yorrys hanya menonton.

Kejanggalan semakin menguat dengan “raibnya” barang bukti berupa buku catatan penukaran koin yang sempat disita dari seorang pelayan bernama Jaya Aryana Putra.

Nama Yorrys dikabarkan tercantum dalam daftar tersebut, namun buku itu hilang dari berkas perkara. Ketidakjelasan ini memicu sindiran dari Danpomdam Jaya, Kolonel CPM Hendardji, yang mengibaratkan proses persidangan ini seperti “Sidang Srimulat” karena penuh dengan penyangkalan yang tidak logis dan manipulasi fakta.

Di sisi lain, Yorrys tetap tenang dan menyatakan dirinya hanya hadir karena undangan makan malam, tanpa ikut berjudi. Ia juga menegaskan kesiapannya diperiksa sebagai warga negara biasa tanpa berlindung di balik kekebalan status anggota MPR.

Hingga artikel ini dipublikasikan, kasus ini terus menggantung antara kecukupan bukti dan tekanan posisi politis Yorrys yang dikenal dekat dengan lingkaran kekuasaan saat itu.

NARASUMBER

Kolonel CPM Drs. Hendardji: Komandan Pomdam (Danpomdam) Jaya. Ia merupakan narasumber kunci yang memberikan pernyataan tegas mengenai penggerebekan dan melontarkan istilah “Sidang Srimulat” untuk menyindir kejanggalan kesaksian saksi-saksi di lapangan.

Letkol (Pol.) Drs. H. Abdullah H.S.: Kanit Narkotika/Judi Susila Polda Metro Jaya. Ia adalah narasumber utama dalam rubrik wawancara khusus (halaman terakhir) yang menjelaskan status hukum Yorrys sebagai tersangka dan kendala dalam pemberkasan BAP.

Jenderal (Pol.) Dibyo Widodo: Kapolri saat itu. Ia memberikan pernyataan singkat yang membantah isu adanya “uang jatah” (upeti) dari tempat judi kepada oknum ABRI.

Letda Suatin: Komandan operasi penggerebekan dari Pomdam Jaya yang memberikan kesaksian mengenai situasi di dalam ruang VIP Italia saat penggerebekan berlangsung.

Sriiyadi: Anggota Lidkrim Pomdam Jaya yang menangkap basah pelayan (Jaya Aryana Putra) saat sedang mencatat daftar penukar koin.

Yorrys Th. Raweyai: Tokoh utama dalam kasus ini (Ketua Umum DPP Pemuda Pancasila/Anggota MPR). Ia memberikan klarifikasi bahwa kehadirannya di lokasi hanya untuk memenuhi undangan makan malam dan membantah ikut bermain judi.

Ruhut Sitompul: Pengacara dan aktivis Pemuda Pancasila yang hadir di lokasi saat kejadian. Ia memberikan keterangan sebagai saksi yang menguatkan klaim Yorrys bahwa mereka hanya makan dan bernyanyi.

Jaya Aryana Putra: Pelayan di Restoran-Karaoke Kiss Me yang sempat dipergoki mencatat daftar penukar koin, meskipun keberadaan buku catatannya kemudian menjadi misterius (hilang dari berkas).

CATATAN

Anda bisa menghubungi juru kunci Gudang Warung Arsip via SMS/Whatsapp 0878-3913-7459 (Pesan Cepat), JIKA:
– Kesulitan masuk di situs web warungarsip.co
– Jika dokumen yang Anda cari belum ada di situs web. Sebab, karena kemampuan penyimpanan yang tidak maksimal, sebagian besar kliping tidak bisa diunggah.