Keterangan
Memang, ia bukan ahli hukum, apalagi aktivis pembela hukum. Ia cuma sopir di biro iklan Dhymas Adversting di Yogyakarta, dengan gaji Rp 150 ribu per bulan. Pendidikannya pun tak tinggi. Bapak satu anak asal Dusun Panasan, Desa Triharjo, Kabupaten Sleman, Yogya, itu jebolan SMP.
Ucapan dan tingkahnya –seperti yang kerap kita simak di media massa– pun terkesan lugu serta polos. Tak banyak lika-liku dalam sikapnya. Dengan muda rasanya kita bisa menerobos isi hatinya.
Jika demikian, apa yang luar biasa dari Dwi Sumaji alias Iwik (35)?
Keteguhan hati. Meski didera berbagai kesulitan, suami Sunarti ini tetap teguh dengan keyakinannya bahwa ia tidak bersalah: ia bukan pembunuh wartawan Harian Bernas, Fuad Muhammad Syafrudin alias Udin, yang tewasa pada 16 Agustus 1996.
Keteguhan hatinya itu tetap kokoh mesti dihantam berbagai ujian. Iwik dijebak oleh oknum polisi pada September tahun silam, agar mengaku sebagai pembunuh Udin.
Sekeranjang ancaman lantas mengalir kepada Iwik, Ia diancam akan ditembak mati dan mayatnya dibuang. Atau, dicabut kuku kaki dan tangannya. Tapi, “Kalau saya mau mengaku, saya akan dapat penghargaan dari Bupati Bantul,” tutur Iwik.
CATATAN: Jika Anda sulit untuk masuk di warungarsip.co, silakan hubungi jalur cepat Gudang Warung Arsip via SMS/Whatsapp ~ 0878-3913-7459 (Pesan Cepat)

