Keterangan
Isi kliping ini, antara lain:
Paling tidak, ada dua langkah yang perlu diusahakan supaya demokrasi semakin subur. Langkah pertama, tentu kita perlu mempertahankan supaya kita selalu menikmati freedom of speech and freedom of press. Dalam hal ini menurut saya, Pak Habibie patut diberi nilai 8,2 dalam memberikan kebebasan pers dan kebebasan berbicara, meskipun sekarang banyak yang kebablasan juga.
Langkah kedua, kita harus bersama-sama menghilangkan sikap mental paternalistik dan feodalistik. Sikap feodal dan paternalistik ini menganggap Sang Bapak pemimpin itu paling tahu dan paling bagus, sementara rakyat harus manut saja. Ini betul-betul keliru. Nabi saja dan para sahabat boleh dikritik dan tidak pantang didebat. Nabi pernah didebat ketika hendak membuat pertahanan di Madinah. Juga Umar bin Khattab pernah naik mimbar untuk menyampaikan khutbah Jumat dengan mengenakan jubah baru. Kemudian ada seorang jamaah yang memintanya berhenti seraya bertanya, “Eh … amirul mukminin, itu jubahnya dari mana? Sogokan atau beli?” Dijawab oleh Umar, “Ini diberi orang”. Barulah Umar bisa meneruskan khutbahnya. Jadi, pemimpin itu boleh dikritik dan didebat.
CATATAN:
Anda bisa menghubungi juru kunci Gudang Warung Arsip via SMS/WhatsApp 0878-3913-7459 (Pesan Cepat), JIKA:
– Kesulitan masuk di situs web warungarsip.co
– Jika dokumen yang Anda cari belum ada di situs web. Sebab, karena kemampuan penyimpanan yang tidak maksimal, sebagian besar kliping tidak bisa diunggah.





