Keterangan
“Peradaban adalah suatu pengertian kebendaan sedang kebudajaan adalah suatu pengertian keruhanian jang berdasarkan agama. Manusia baru dapat dikatakan sempurna bila kebudajaannja dapat menguasai peradabannya.”
Artikel berjudul “Pengertian Peradaban dan Kebudajaan dalam Islam” karya H.M.B. Mahmud Ahmad (diterjemahkan oleh Sjafii R. Batuah) membedah dikotomi serta hubungan dialektis antara peradaban (civilization) dan kebudayaan (culture). Penulis mendefinisikan peradaban sebagai aspek kebendaan atau jasmani manusia, sementara kebudayaan adalah aspek kerohanian yang berakar pada agama. Hubungan keduanya diibaratkan seperti jasad dan ruh; saling memengaruhi namun memiliki ranah evolusi yang berbeda.
Evolusi peradaban ditandai dengan kemajuan material, teknologi, dan alat-alat pengangkutan yang mempermudah kehidupan fisik. Sebaliknya, kemajuan kebudayaan adalah evolusi nilai, pikiran, dan cita-cita yang lahir dari ajaran agama. Penulis mencontohkan bahwa suatu bangsa bisa memiliki peradaban tinggi tanpa kebudayaan (seperti Yunani-Romawi sebelum Kristen), atau kebudayaan tinggi tanpa peradaban (seperti awal masa Kristen). Idealnya, keduanya harus maju secara serempak agar tercipta keseimbangan hidup.
Dalam konteks sejarah, artikel ini menyoroti bagaimana perbedaan tingkat kemajuan industri dan pertanian menciptakan kesenjangan cara hidup antarnegara. Kesenjangan material ini sering kali memicu konflik, imperialisme, dan ketamakan kekuasaan. Namun, yang lebih mendasar adalah perbedaan kebudayaan. Penulis berargumen bahwa identitas budaya sering kali lebih kuat daripada identitas keagamaan formal atau ideologi politik. Sebagai contoh, seorang ateis dari latar belakang budaya Kristen tetap akan membawa jejak kebudayaan Kristen dalam pemikiran dan seninya, karena pengaruh budaya tersebut telah meresap selama bergenerasi-generasi.
Artikel ini ditutup dengan gagasan bahwa manusia membutuhkan ideologi dan sistem berpikir yang lentur untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Agama-agama lama dianggap sering kali gagal karena sifatnya yang kaku. Dibutuhkan suatu kebudayaan yang bersifat universal untuk mengimbangi peradaban dunia yang kini sudah bersifat global. Penulis menekankan bahwa hanya agama yang memiliki prinsip semesta yang mampu memancarkan kebudayaan universal tersebut demi menciptakan keseimbangan bagi seluruh kemanusiaan.
CATATAN
Anda bisa menghubungi juru kunci Gudang Warung Arsip via SMS/Whatsapp 0878-3913-7459 (Pesan Cepat), JIKA:
– Kesulitan masuk di situs web warungarsip.co
– Jika dokumen yang Anda cari belum ada di situs web. Sebab, karena kemampuan penyimpanan yang tidak maksimal, sebagian besar kliping tidak bisa diunggah.





