Esai Jeffar Lumban Gaol: Musik Underground & Alternatif: Musik Sebagai Media Pembebasan

Rp 0,00

Penulis: Jeffar Lumban Gaol
Media: Media Kerja Budaya
Tahun: 1999, November – Desember
Halaman: 18-20

Versi Produksi: Digital/PDF
Kondisi File: Terbaca/Terang
Lokasi Stok: Gudang Warsip

Stok 20

SKU: KL_9594 Kategori: , Label ,

Keterangan

Dalam pemahaman publik pencinta musik Rock, mazhab underground pada umumnya dapatlah disebut sebagai yang anti terhadap kekerasan/perang, anti terhadap kemapanan, anti rasis serta cinta damai. Seringkali kita terkecoh oleh warna suara (color sound) yang memekakkan telinga dengan teriakan melengking tanpa makna, lirik yang tak jauh dari rasa frustasi menghadapi realita hidup yang keras.

Kliping ini mengulas esai karya Jeffar Lumban Gaol mengenai musik underground dan alternatif sebagai sarana kritik sosial serta media pembebasan. Penulis membedakan dua kutub gerakan musik underground, yakni total underground yang memuat perlawanan murni dan fashion underground yang masih berkompromi dengan selera pasar.

Perkembangan musik perlawanan dirunut mulai dari generasi flower era 1970-an hingga masuk ke musik heavy metal dan underground di Indonesia. Lirik-lirik dari kelompok musik lokal seperti Lontar dari Surabaya disorot karena menyuarakan gugatan terhadap otoritarianisme, dwifungsi, dan militerisme.

Kliping ini juga menyinggung peran Bimo Petrus, aktivis pro-demokrasi yang hilang, dalam menyumbang pemikiran serta teks lirik album Marah milik grup Lontar. Selain itu, dibahas pula kiprah Ibe Karyanto yang mengasuh anak-anak pinggiran lewat musik melalui Sanggar Anak Akar.

Secara keseluruhan, kliping menekankan bahwa musik underground sejati bukan sekadar tren busana atau gaya hidup (fashion), melainkan sebuah pandangan hidup (way of life) dan perlawanan.

CATATAN

Anda bisa menghubungi juru kunci Gudang Warung Arsip via SMS/Whatsapp 0878-3913-7459 (Pesan Cepat), JIKA: 

– Kesulitan masuk di situs web warungarsip.co 

– Jika dokumen yang Anda cari belum ada di situs web. Sebab, karena kemampuan penyimpanan yang tidak maksimal, sebagian besar kliping tidak bisa diunggah.