Resensi Buku Bambang Agung: Kabar Baik untuk Kaum Tertindas

Rp 0,00

Penulis: Bambang Agung
Media: Media Kerja Budaya
Tahun: 1999, November – Desember
Halaman: 34-35

Versi Produksi: Digital/PDF
Kondisi File: Terbaca/Terang
Lokasi Stok: Gudang Warsip

Stok 20

SKU: KL_9593 Kategori: , Label ,

Keterangan

Kondisi Amerika Latin menggerakkan hati para rohaniwan/wati, pekerja Gereja, aktivis organisasi keagamaan, dan mahasiswa untuk mendampingi umat. Umat membentuk kelompok-kelompok kecil untuk mempelajari Injil sambil mendiskusikan kesulitan hidup sehari-hari.

Mulailah banjir hujatan, intimidasi, penangkapan, pemerkosaan, bahkan pembantaian harus dihadapi aktivis dan penganut teologi pembebasan. Tuduhan “kiri, marxis, komunis, ateis” sering mereka terima.

Kliping ini mengulas resensi buku Teologi Pembebasan karya Michael Lowy. Buku tersebut diterbitkan atas kerja sama Pustaka Pelajar dan Insist Press Yogyakarta pada tahun 1999.

Ulasan dalam kliping diawali dengan latar belakang penulisan tesis teologi pembebasan oleh seorang mahasiswa teologi di Yogyakarta pada 1985. Dua tahun kemudian tesis itu diterbitkan, tetapi penguasa Orde Baru secara resmi melarang keberadaan buku tersebut.

Kliping menjelaskan bahwa teologi pembebasan bukanlah sekadar wacana pemikiran di atas kertas. Fenomena ini lahir sebagai wujud gerakan sosial nyata yang melibatkan kaum rohaniwan, aktivis keagamaan, serta masyarakat miskin.

Lowy menegaskan bahwa teologi pembebasan tidak muncul secara hirarkis dari atas maupun murni dari bawah. Gerakan pembebasan ini sejatinya bergerak dari kelompok masyarakat pinggiran menuju ke tengah, yaitu dari kaum pinggiran dalam hirarki Gereja hingga akhirnya mempengaruhi konferensi para uskup.

Dalam kliping dipaparkan kondisi objektif kawasan Amerika Latin pada dekade 1950-an. Kebijakan industrialisasi dan masuknya modal asing besar-besaran ternyata tidak membawakan kemakmuran bagi rakyat jelata.

Mantra trickle-down effect tidak terbukti keampuhannya, sehingga rakyat tetap hidup miskin. Kebijakan ekonomi kapitalis justru menciptakan ketergantungan modal yang membuat negara-negara Amerika Latin diperas sebagai penyedia bahan mentah dan tenaga kerja murah.

Kondisi tidak adil tersebut menumbuhkan mazhab teori ketergantungan dalam ilmu sosial. Mayoritas penduduk yang memeluk Katolik menuntut lembaga Gereja untuk ikut bertanggung jawab dan berperan besar membela nasib umatnya.

Inisiatif umat lalu diwujudkan melalui pembentukan kelompok-kelompok kecil pembelajaran Injil di lingkungan paroki yang disebut Kelompok Basis Masyarakat Gereja. Gerakan sosial ini bertujuan mendampingi warga miskin, buruh, serta petani tanpa tanah.

Namun, keberpihakan kepada kaum miskin ini membuat penganut teologi pembebasan berhadapan dengan penguasa politik dan pemilik modal. Mereka kerap mendapat tuduhan propaganda kiri, marxisme, ateis, hingga menghadapi tindakan intimidasi, penangkapan, dan kekerasan fisik.

Kliping menutup ulasannya dengan menegaskan bahwa teologi pembebasan berfokus pada transformasi realitas. Teologi ini berupaya menyuarakan suara kaum tertindas demi mewujudkan keadilan sosial dan kebenaran yang nyata.

CATATAN

Anda bisa menghubungi juru kunci Gudang Warung Arsip via SMS/Whatsapp 0878-3913-7459 (Pesan Cepat), JIKA: 

– Kesulitan masuk di situs web warungarsip.co 

– Jika dokumen yang Anda cari belum ada di situs web. Sebab, karena kemampuan penyimpanan yang tidak maksimal, sebagian besar kliping tidak bisa diunggah.