Esai Zainulbahar Noor: Kebangkitan Ekonomi Umat

Rp 5.000,00

Penulis: Zainulbahar Noor
Media: UMMAT
Tahun: 1995, 27 November, No.11 Th.I
Halaman: 58
Ukuran: 2,7 MB

Versi Produksi: Digital/PDF
Kondisi File: Terbaca/Terang
Lokasi Stok: Gudang Warsip

Stok 20

SKU: KL_9575 Kategori: Label , , ,

Keterangan

“Apakah mungkin umat Islam yang sebagian besar masih berada di bawah garis kemiskinan itu mendirikan bank, yang dananya dipakai untuk meningkatkan kesejahteraannya? Mungkin! …asalkan umat Islam secara bersama-sama menyisihkan sebagian uang mereka.”

Kliping “Kebangkitan Ekonomi Umat” karya Zainulbahar Noor selaku Direktur Utama Bank Muamalat Indonesia di majalah UMMAT (No. 11 Thn. 1, 27 November 1995) ini mengulas momen bersejarah berdirinya bank syariah pertama di Indonesia. 

Peristiwa penting tersebut berlangsung pada hari Ahad pagi, 3 November 1991, di Istana Kepresidenan Bogor, yang dihadiri oleh sekitar 5.000 tamu dari berbagai kalangan, termasuk para petinggi negara, Kabinet Pembangunan V, perwakilan negara sahabat, alim ulama, serta masyarakat Islam Jawa Barat. Momentum ini dipandang sebagai titik pertemuan yang dinantikan selama hampir seratus tahun oleh umat sejak berdirinya Syarikat Dagang Islam pada zaman penjajahan.

Dua hari sebelum pertemuan di Bogor, tepatnya pada malam 1 November 1991 di Ruang Prambanan Hotel Sahid Jaya, nama PT Bank Muamalat Indonesia telah resmi ditetapkan dalam Akte Pendiriannya. Dalam acara di Istana Bogor, Presiden Soeharto menyampaikan pidato tanpa teks selama hampir satu jam mengenai potensi besar pengumpulan dana swadaya umat Islam. 

Presiden menjabarkan perhitungan sederhana: jika setiap orang menyumbang Rp1.000, akan terkumpul dana Rp159 miliar, dan jika mampu membeli 10 saham, dana yang dihimpun dapat mencapai Rp1,5 triliun.

Imbauan tersebut mendapat sambutan luar biasa. Dalam tiga hari, terjual 25.570.000 lembar saham dengan harga Rp1.000 per saham, melengkapi komitmen awal sebesar 84.700.000 lembar saham pada 1 November 1991. Secara keseluruhan, terkumpul dana pembelian saham lebih dari Rp110 miliar.

Setelah beroperasi selama 42 bulan sejak 1 Mei 1992, Bank Muamalat berhasil memperluas jaringannya ke tiga kota di luar Jakarta, yaitu Bandung, Semarang, dan Surabaya, dengan total tidak kurang dari 20 kantor dan Kantor Kas. Per 31 Oktober 1995, dana masyarakat yang berhasil dihimpun mencapai Rp186 miliar. Bersama modal disetor, total dana sebesar Rp202 miliar telah disalurkan kepada nasabah pembiayaan yang seluruhnya merupakan pribumi dan pengusaha Muslim. 

Keberhasilan bank syariah ini bahkan mendorong bank konvensional untuk mulai merancang produk bagi hasil demi mengantisipasi perpindahan dana umat. Melalui kliping ini, penulis mengusulkan agar tanggal 3 November ditabalkan sebagai Hari Kebangkitan Ekonomi Umat demi membuktikan penantian satu abad tersebut.

CATATAN

Anda bisa menghubungi juru kunci Gudang Warung Arsip via SMS/Whatsapp 0878-3913-7459 (Pesan Cepat), JIKA:

– Kesulitan masuk di situs web warungarsip.co

– Jika dokumen yang Anda cari belum ada di situs web. Sebab, karena kemampuan penyimpanan yang tidak maksimal, sebagian besar kliping tidak bisa diunggah.