Keterangan
Pendekatan teologis dalam studi agama dilakukan, terutama dalam rangka membuktikan kebenaran agama, demikian juga yang dilakukan filsafat agama.
Namun, fenomenologi agama tak berpretensi menemukan agama yang benar di antara agama-agama yang ada, melainkan mendeskripsikan struktur fenomena agama-agama.
Pendekatan terakhir ini yang dilakukan Eliade, yang berakhir dengan suatu kesimpulan, bahwa fenomena setiap agama, adalah pengakuan terhadap “yang kudus”, yang berdialektika dengan “yang profan”.
Dialektika ini yang dipaparkan K. Bertens.
CATATAN: Jika Anda sulit untuk masuk di warungarsip.co, silakan hubungi jalur cepat Gudang Warung Arsip via SMS/WhatsApp ~ 0878-3913-7459 (Pesan Cepat)





