Keterangan
Basri Masse memang pandai menyembunyikan isi hatinya. Walau maut siap merenggut nyawanya, dia masih sempat menghibur istrinya, Ny. Tutiana (32) yang menjenguknya buat yang terakhir kalinya di Penjara Kepayan, kota Kinabalu tanggal 18 Januari 1990, sehari sebelum dikirim ke tiang gantungan.
“Tenang-tenang sajalah, tak akan terjadi apa-apa. Saya tak akan mati di sini, saya akan mati di negeri sendiri, Pare-Pare,” Ny. Tutiana yang saat itu didampingi M. Ayub, ayah Tuti, serta Ny. Widodo, istri Konjen RI di kota Kinabalu merasa kesal akan ulah suaminya yang kurang serius menanggapi situasi.
CATATAN: Jika Anda sulit untuk masuk di warungarsip.co, silakan hubungi jalur cepat Gudang Warung Arsip via SMS/Whatsapp ~ 0878-3913-7459 (Pesan Cepat)





