Keterangan
Ada dua pusat gerakan nasionalis Indonesia yang kemudian mampu melahirkan para “bapak republik”, yang berperan penting dalam kehidupan politik di masa Indonesia merdeka. Pertama adalah kaum intelektual bangsa, yang terbagi dalam dua barisan yakni mereka yang mengenyam pendidikan di luar negeri, khususnya di Belanda. Kedua, mereka yang berada di dalam negeri.
Contohnya, Sukarno dan Mohammad Hatta, dua protagonis dari kedua gerakan yang dilancarkan di luar negeri bisa dikategorikan selaku “nasionalis sekuler”. Namun, mereka juga merupakan dua kutub yang berbeda dan saling bertentangan. Tradisi pemikiran mereka memang berbeda, yakni dari segi pengalaman bertemu dengan beberapa orang Belanda, serta bagaimana keduanya memperhitungkan gagasan-gagasan modern dan tradisi pemikir lama di tanah air.
CATATAN: Jika Anda sulit untuk masuk di warungarsip.co, silakan hubungi jalur cepat Gudang Warung Arsip via SMS/Whatsapp ~ 0878-3913-7459 (Pesan Cepat)

