Keterangan
“Saya dengan sadar sengaja melawan arus. Yang marah kan cuma sedikit. Yang lain tidak. Batang tubuh umat tidak terpengaruh.” Abdurrahman Wahid
“Reputasi Islam agak tercemar dengan kegalakan dan keberingasan. Soal orang pemarah itu adanya ya di NU maupun di luar NU.” Abdurrahman Wahid
Kliping ini mengulas badai kecaman yang menimpa K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pasca-kasus tabloid Monitor. Gus Dur dianggap “melawan arus” karena menolak penggunaan kemarahan massa dan kekerasan untuk menyelesaikan kasus Arswendo Atmowiloto. Ia juga secara tegas menentang pencabutan SIUPP (Surat Izin Usaha Penerbitan Pers) Monitor, dengan argumen bahwa keadilan harus ditegakkan melalui jalur hukum di pengadilan, bukan melalui tekanan massa atau keputusan sepihak pemerintah.
Sikap ini memicu reaksi keras dari berbagai tokoh Islam dan organisasi seperti MUI, Muhammadiyah, serta internal NU sendiri. Gus Dur dituding tidak membela kesucian agama dan bahkan dianggap menderita “kompleks rendah diri” (inferiority complex) karena lebih mementingkan citra Islam yang moderat di mata minoritas daripada membela perasaan umat yang terlukai.
Namun, Gus Dur bergeming. Ia menilai bahwa kemarahan yang meluap-luap hanyalah representasi dari sebagian kecil umat yang reaktif, sementara “batang tubuh” umat Islam sebenarnya tetap tenang dan dewasa.
Gus Dur menekankan pentingnya mendewasakan umat dalam berdemokrasi dan berpendapat. Baginya, melindungi kebebasan berpendapat dan hak-hak minoritas adalah bagian dari esensi Islam yang lebih luas, melampaui politik sempit atau emosi keagamaan sesaat.
Meski dikepung kritik tajam, ia tetap konsisten memposisikan dirinya sebagai intelektual yang menjaga keseimbangan antara emosi dan rasio dalam kehidupan bernegara.
NARASUMBER
Abdurrahman Wahid (Gus Dur): Ketua Umum PBNU (Narasumber utama/wawancara khusus).
Dr. Nurcholish Madjid (Cak Nur): Intelektual Muslim.
Dr. Fuad Amsyari: Cendekiawan Muslim dari IKIP Surabaya/HMI.
Dr. Quraish Shihab: Ketua MUI Pusat.
Dr. Amin Rais: Ketua Majelis Tabligh Muhammadiyah.
Ridwan Saidi: Intelektual/Mantan Ketua Umum HMI.
K.H. Hasan Basri: Ketua Umum MUI Pusat.
K.H. Syukron Makmun: Mubalig/Ulama NU.
K.H. Nur Muhammad Iskandar: Ketua Ittihadul Muballighin.
K.H. Ma’ruf Amin: Katib Aam Syuriah NU.
Habib Syaikh Al-Jufri: Mubalig/Tokoh NU.
Muslim Abdurrahman, M.A.: Intelektual Islam.
K.H. Yusuf Muhammad: Mubalig dari Jember.
Dr. H.M. Jakub, M.Ed.: Cendekiawan Muslim Medan.
K.H. Munawwir Sjadzali, M.A.: Menteri Agama RI.
Dr. Nourouzzaman Shiddiqi, M.A.: Dekan Fak. Adab IAIN Sunan Kalijaga.
K.H. Imron Hamzah: Salah seorang Ketua Syuriah NU Jawa Timur.
K.H. Masykur: Tokoh senior NU.
K.H. Achmad Siddiq: Rais A’am Syuriah PBNU.
Syu’bah Asa: Penulis esai dan asisten Pemred majalah Pelita.
K.H. Hasan Basri: Ketua Umum MUI.
K.H. A.R. Fakhruddin (Pak AR): Ketua PP Muhammadiyah dan anggota DPR RI.
K.H. A. Latief Muchtar, M.A.: Ketua Umum PP Persis (Persatuan Islam).
Masdar Farid Mas’udi: Peneliti.
Chalid Mawardi: Wakil Ketua PBNU dan mantan Dubes RI di Syiria dan Lebanon.
Jalaluddin Rakhmat: Cendekiawan (penulis artikel kolom “Dua Wajah Islam”)
DAFTAR KLIPING
11: Gus Dur Menggugat dan Digugat. Laporan pembuka mengenai posisi kontroversial Gus Dur yang menjadi sasaran cercaan banyak pihak karena dianggap membela tabloid Monitor.
12 – 16: Perjalanan Terjal Seorang Intelektual. Mengulas latar belakang pemikiran Gus Dur, reaksi keras dari kalangan mubalig, serta tantangan yang ia hadapi di internal NU dan umat Islam.
17 – 19: Yang Marah Cuma Sedikit. Wawancara khusus dengan Gus Dur yang menjelaskan alasannya melawan arus, penolakannya terhadap pencabutan SIUPP, dan pandangannya tentang demokrasi.
20 – 21: Kontroversi Pemimpin NU. Mengulas metodologi berpikir Gus Dur yang menggunakan manhaj (metode) hukum fiqih untuk melakukan terobosan pemikiran, serta reaksi para kiai di tingkat basis.
22 – 24: Mereka, Berhadapan Gus Dur. Kumpulan opini dan kritik dari para pemimpin organisasi Islam (MUI, Muhammadiyah, Persis) terhadap sikap Gus Dur dalam kasus Monitor.
25: Dua Wajah Islam. Tulisan Jalaluddin Rakhmat yang menganalisis karakter Gus Dur yang memilih menjadi “wajah Islam yang ramah” di tengah tuntutan massa yang ingin bersikap keras.
CATATAN
Anda bisa menghubungi juru kunci Gudang Warung Arsip via SMS/Whatsapp 0878-3913-7459 (Pesan Cepat), JIKA:
– Kesulitan masuk di situs web warungarsip.co
– Jika dokumen yang Anda cari belum ada di situs web. Sebab, karena kemampuan penyimpanan yang tidak maksimal, sebagian besar kliping tidak bisa diunggah.





