Esai Halbo C. Kool: Arthur Rimbaud

Rp 8.000,00

Penulis: Halbo C. Kool
Media: INDONESIA
Tahun: 1951, Maret, No.3, Thn.II
Halaman: 60-64
Ukuran: 2,72 MB

Versi Produksi: Digital/PDF
Kondisi File: terbaca/Terang
Lokasi Stok: Gudang Warsip

Stok 16

SKU: KL_9517 Kategori: Label , , ,

Keterangan

“Rimbaud tidak hendak memberi gambaran indah dari kesan pantja-indera, akan tetapi mempergunakan bahasa jang mirip pada kata-kata nubuatan dan mentjatat perasaan jang berbuih dari bawah-sadar.”

Kliping ini adalah esai mengenai penyair legendaris Perancis, Arthur Rimbaud, yang ditulis oleh Halbo C. Kool dan diterjemahkan dalam majalah Indonesia (1951).

Esai ini mengulas kehidupan dan warisan sastra Jean Arthur Rimbaud, sosok penyair yang dianggap sebagai pelopor kesusasteraan modern abad ke-20. Rimbaud memiliki masa produktif yang sangat singkat namun revolusioner; ia berhenti menulis pada usia 21 tahun dan menghabiskan sisa hidupnya sebagai petualang, pedagang, bahkan penyelundup senjata di Afrika hingga wafat pada usia 37 tahun (1891).

Salah satu bagian menarik dalam esai ini adalah pembahasan mengenai skandal naskah palsu “La chasse spirituelle”. Publik sempat dihebohkan oleh penemuan naskah ini, yang ternyata merupakan hasil pemalsuan oleh aktor sandiwara sebagai bentuk dendam terhadap para kritikus. Secara biografis, hubungan Rimbaud dengan penyair Paul Verlaine juga disorot sebagai periode yang penuh gejolak, termasuk insiden penembakan di Brussel yang membuat Verlaine dipenjara.

Menariknya, esai ini mencatat jejak Rimbaud di Indonesia. Pada tahun 1876, ia mendaftar sebagai tentara kolonial Belanda (KNIL) dan sempat ditempatkan di Salatiga, lereng Gunung Merbabu. Namun, jiwa pemberontaknya membuat ia melarikan diri hanya dalam waktu tiga minggu, lolos dari Pulau Jawa menggunakan kapal Inggris.

Secara puitis, Rimbaud dikenal melalui konsep “Le Voyant” (Sang Penenung). Ia tidak sekadar mencari keindahan visual, melainkan menggunakan bahasa yang mirip nubuat untuk mencatat getaran bawah sadar. Artikel ditutup dengan terjemahan sajak “Pesta Lapar” oleh Sitor Situmorang, yang menunjukkan kedalaman penderitaan dan pencarian spiritual Rimbaud. Bagi sang penulis, Rimbaud adalah seorang “poète maudit” (penjair terkutuk) yang menembus batas adat manusia demi pembaruan seni.

CATATAN

Anda bisa menghubungi juru kunci Gudang Warung Arsip via SMS/Whatsapp 0878-3913-7459 (Pesan Cepat), JIKA:

– Kesulitan masuk di situs web warungarsip.co

– Jika dokumen yang Anda cari belum ada di situs web. Sebab, karena kemampuan penyimpanan yang tidak maksimal, sebagian besar kliping tidak bisa diunggah.