Keterangan
Kekerasan dan ancaman kekerasan menjadi semacam bayang-bayang yang membuntuti hidup manusia sejak awal peradaban. Nampaknya hal ini semakin terasa pada jaman ini. Di balik pintu ruang kesadaran kita bergelimpang banyak korban kekerasan. Sejarah manusia sendiri tidak lain dari kronologi peristiwa-peristiwa kekerasan. Bosnia-Herzegovina dan Rwanda-Burundi adalah neraka yang hadir di muka bumi. Neraka dan setan juga menggerayangi bagian bumi lainnya, dari Guatemala, El Salvador, Indonesia, Afghanistan, Pakistan, dsb.
Seringkali amat sulit membedakan antara kekerasan yang menghancurkan tata sosio-budaya dan kekerasan yang bertujuan untuk merestorasi tatanan tersebut. Ancaman nuklir senjata pemunah kolosal telah digeser oleh kebangkitan konflik antar etnik, religius, dan nasionalis di berbagai tempat di planet ini sebagai contoh yang mencolok tentang kekerasan.
—-
Kliping ini membahas akar kekerasan dalam sejarah dan peradaban manusia yang kini menjelma dalam berbagai konflik etnis, agama, serta nasionalisme di berbagai penjuru dunia. Penulis menggunakan pemikiran Rene Girard mengenai mimesis dan timbal-balik hasrat (desire) yang memicu rivalitas antarindividu maupun kelompok. Ketika rivalitas memuncak, timbul krisis sosial yang diakhiri melalui proses penyingkiran lawan atau viktimisasi (scapegoating) demi memulihkan stabilitas sosio-kultural.
Yang ditekankan di kliping ini bagaimana mitos diciptakan untuk menyamarkan kekerasan dan melegitimasi tindakan para pelaku demi keuntungan pihak tertentu. Mitos menyediakan narasi yang membungkam suara korban, menjustifikasi penganiayaan, serta mengaburkan realitas kekerasan itu sendiri. Di dalam struktur masyarakat modern, kekerasan sering dikemas secara religius atau sakral sebagai bentuk pengorbanan demi mencegah keonaran yang lebih besar.
Pada akhirnya, perlu didorong upaya demistifikasi dan demitologisasi atas tatanan sosial yang disakralkan lewat kekerasan. Penulis menegaskan pentingnya mengembalikan hak suara korban dan mendengarkan kesaksian mereka secara langsung. Sebagai alternatif dari lingkaran dendam dan kekerasan, cinta kasih (love) serta empati (compassion) harus dipikirkan secara serius demi memutus rantai viktimisasi.
CATATAN
Anda bisa menghubungi juru kunci Gudang Warung Arsip via SMS/Whatsapp 0878-3913-7459 (Pesan Cepat), JIKA:
– Kesulitan masuk di situs web warungarsip.co
– Jika dokumen yang Anda cari belum ada di situs web. Sebab, karena kemampuan penyimpanan yang tidak maksimal, sebagian besar kliping tidak bisa diunggah.





