Keterangan
Seandainya aku mampu menetapkan tanggal merah di dalam otakku.
Niscaya aku akan senang, sebab ada hari di mana aku akan merayakan sebuah peristiwa melupakanmu.
Tapi kau adalah hari Senin. Aku tak mampu beristirahat dah harus bekerja melupakanmu.
Dan melupakan sama saja seperti menghadapi onggokan kertas di meja kantor: banyak dan sulit dituntaskan.





