Keterangan
Seorang kiai yang juga penyair wafat. Zainal Arifin Thoha namanya. Orang-orang menyebutnya Gus Zainal. Dia seorang kiai yang unik. Dia mendirikan pondok pesantren yang khusus menampung mahasiswa yang kesulitan ekonomi.
Siapa pun boleh tinggal di pondoknya dengan syarat yang bersangkutan bersedia tak menerima kiriman dari orang tua. Santri-santrinya kemudian ia ajari membaca buku, diajarinya menulis, dan tentu saja berzikir. Dari sanalah sejumlah santrinya, yang menggunakan identitas anggota KUTUB, mulai “menggempur” halaman-halaman koran, dari mulai rubrik resensi, esai sastra, cerpen hingga artikel.
(Zen RS, esais)
Santri muda yang berjihad dengan semua yang dimiliki untuk menumbuhkembangkan kesadaran pentingnya budaya tulis di pesantre.
(KH. Mu’tashim Billah, Pengasuh Ponpes Sunan Pandanaran Sleman)
Zainal Arifin Thoha adalah buku yang sangat menarik dibaca, sayang belum selesai ditulis.
(M. Imam Aziz, Pendiri LKiS Yogyakarta)
CATATAN: Jika sulit untuk login, silakan hubungi jalur cepat Gudang Warung Arsip via SMS/Wasap ~ 0878-3913-7459 (Pesan Cepat)





