Keterangan
“Menginjak-injak kepala orang secara harfiah saya kira adalah perbuatan yang menghina kemanusiaan.” — Seno Gumira Ajidarma
Kliping ini mendokumentasikan eskalasi demonstrasi mahasiswa di Yogyakarta, khususnya di Universitas Gadjah Mada (UGM), pada awal April 1998. Ketegangan memuncak pada Jumat, 3 April, ketika ribuan mahasiswa mencoba keluar kampus untuk melakukan long march ke gedung DPRD di Jalan Malioboro. Bentrokan fisik yang brutal meletus selama sekitar satu setengah jam setelah aparat keamanan menghadang massa dengan pagar betis, gas air mata, dan semprotan air.
Kekerasan ini mengakibatkan puluhan mahasiswa luka-luka dan dilarikan ke RS Panti Rapih serta RSUP Dr. Sardjito. Salah satu kesaksian yang paling menyentuh datang dari sastrawan Seno Gumira Ajidarma, yang putranya, Timur Angin, menjadi korban salah sasaran. Timur yang hanya sedang memotret, diseret, dipukul, dan diinjak-injak oleh aparat hingga mengalami luka serius.
Di sisi lain, Rektor UGM Prof. Ichlasul Amal mengecam tindakan represif aparat yang masuk ke dalam wilayah kampus, menyebutnya sebagai reaksi yang berlebihan.
Meskipun ditekan dengan kekerasan, semangat mahasiswa tidak surut. Pada hari berikutnya, Sabtu 4 April, sekitar 10.000 mahasiswa kembali berkumpul di Balairung UGM untuk menggelar mimbar bebas.
Kliping ini juga menyoroti bagaimana pihak otoritas, seperti Rektor Universitas Lampung, cenderung bersikap defensif dan menganggap aksi mahasiswa masih dalam batas “normal,” meski laporan mengenai mahasiswa yang hilang mulai bermunculan.
Secara keseluruhan, dokumen ini menangkap potret mencekam menjelang jatuhnya Orde Baru, di mana kampus menjadi medan tempur antara aspirasi reformasi dan represi militer.
NARASUMBER
Amien Rais, Ketua Umum Muhammadiyah / Dosen FISIP UGM.
Prof. Ichlasul Amal, Rektor Universitas Lampung (UGM).
Kolonel (Pol.) Bani Siswono, Kapolda DIY.
Seno Gumira Ajidarma, Ayah korban (Timur Angin) dan Sastrawan.
Alhusniduki Hamim, Rektor Universitas Lampung (Unila).
Bambang Kartika, Pembantu Rektor III UGM.
Munadi, Ketua Senat Mahasiswa IKIP Yogyakarta.
Timur Angin, Mahasiswa Akademi Komunikasi Indonesia (korban kekerasan).
Letkol (Pol.) Erwin Tobing, Kepala Direktorat Reserse Polda DIY.
DAFTAR KLIPING
Suatu Hari di Kampus Republik | Laporan kronologis bentrokan berdarah antara mahasiswa UGM dengan aparat keamanan pada 2-4 April 1998 | 23-25
Kesaksian Seorang Ayah: “Mengapa Anak Saya Diinjak-injak?” | Tulisan reflektif dan gugatan Seno Gumira Ajidarma atas penganiayaan brutal yang dialami putranya oleh aparat | 26
Aksi Mahasiswa? “Normal-Normal Saja” | Wawancara dengan Rektor Unila, Alhusniduki Hamim, mengenai dinamika aksi mahasiswa dan isu hilangnya aktivis | 27
CATATAN
Anda bisa menghubungi juru kunci Gudang Warung Arsip via SMS/Whatsapp 0878-3913-7459 (Pesan Cepat), JIKA:
– Kesulitan masuk di situs web warungarsip.co
– Jika dokumen yang Anda cari belum ada di situs web. Sebab, karena kemampuan penyimpanan yang tidak maksimal, sebagian besar kliping tidak bisa diunggah.





