Esai Eddy Herwanto: Awas Stagflasi

Rp 5.000,00

Penulis: Eddy Herwanto
Media: EDITOR
Tahun: 1990, 24 November
Halaman: 7
Ukuran: 0,9 MB

Versi Produksi: Digital/PDF
Kondisi File: Terbaca/Terang
Lokasi Stok: Gudang Warsip

Stok 10

SKU: KL_9452 Kategori: Label , , ,

Keterangan

Kliping bertajuk “Awas Stagflasi” yang ditulis oleh Eddy Herwanto dalam Editor (24 November 1990) ini membedah kegelisahan ekonomi Indonesia di penghujung tahun 1990. Penulis menyoroti kontradiksi antara kebijakan pemerintah dalam meredam inflasi dengan risiko kemandekan ekonomi yang mengintai.

Pada kuartal terakhir 1990, pemerintah mengambil langkah politik yang drastis, seperti membuka keran impor truk dengan bea masuk 0% dan rencana impor semen sebanyak dua juta ton. Langkah ini merupakan respons darurat terhadap laju inflasi Januari-Oktober yang menyentuh angka 9,14%. 

Secara makro, kebijakan ini bertujuan menekan harga barang strategis dan memaksa industri domestik—terutama otomotif dan semen—untuk melakukan efisiensi agar mampu bersaing di pasar global tanpa terus-menerus bergantung pada proteksi negara.

Namun, tantangan besar muncul dari sisi moneter. Penulis mencatat adanya lonjakan likuiditas (M2) yang mencapai 40% pada periode Januari-Mei, sebuah angka yang jauh lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya (38%). 

Kondisi ini menciptakan fenomena ekonomi yang “kepanasan” (overheating). Sebagai upaya pengereman, otoritas moneter menerbitkan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dengan nilai nominal besar untuk menyedot uang beredar.

Kekhawatiran utama artikel ini adalah jika pengereman likuiditas dilakukan terlalu tajam, Indonesia bisa terjerumus ke dalam stagflasi—suatu kondisi di mana ekonomi stagnan namun dibarengi inflasi tinggi. Sinyal bahaya ini sudah terlihat di sektor real estate. 

Pengetatan kredit perbankan dan tingginya bunga KPR menyebabkan stok rumah melimpah namun tidak laku karena daya beli konsumen menurun. Penulis memperingatkan bahwa jika pengembalian kredit macet, sektor properti yang biasanya menjadi indikator kebangkitan ekonomi justru akan menjadi beban bagi stabilitas makro.

CATATAN

Anda bisa menghubungi juru kunci Gudang Warung Arsip via SMS/Whatsapp 0878-3913-7459 (Pesan Cepat), JIKA:

– Kesulitan masuk di situs web warungarsip.co

– Jika dokumen yang Anda cari belum ada di situs web. Sebab, karena kemampuan penyimpanan yang tidak maksimal, sebagian besar kliping tidak bisa diunggah.