Keterangan
Kraton Yogyakarta Hadiningrat pada 29 Februari 1992 mengukir ‘sejarah baru’. Ya, untuk pertama kalinya di Pagelaran–tempat di mana biasanya digelar pertunjukan-pertunjukan tradisional–dilangsungkan peragaan busana. Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Ratus Hemas turut hadir di acara ini.
GBBH Hadinoto, penanggung jawab acara, mengatakan kraton sudah lama membuka diri untuk wisatawan, sejak 1960-an. Namun, kraton tetap berfungsi sebagai pusat kebudayaan dan nilai-nilai tradisional. Tetapi, mesti juga mengikuti perkembangan masyarakat yang berada di luar.
CATATAN: Jika sulit untuk login, silakan hubungi jalur cepat Gudang Warung Arsip via SMS/Wasap ~ 0878-3913-7459 (Pesan Cepat)





