Kota Kecil Superblock: Satelit Baru di Ibukota

Rp 5.000,00

Penulis: H. A. Purwandari
Media: EDITOR
Tahun: 1990, 24 November
Halaman: 83
Ukuran: 0,9 MB

Versi Produksi: Digital/PDF
Kondisi File: Terbaca/Terang
Lokasi Stok: Gudang Warsip

Stok 19

SKU: KL_9472 Kategori: Label , ,

Keterangan

“Kota yang makin padat, tidak cocok dengan ciri pembangunan sistem kavling yang dilakukan per individu sehingga satu dan lain tak terpadu.” — Noer Saidji

Kliping ini membahas tentang tren baru pembangunan Jakarta menuju kota metropolitan modern melalui konsep superblock. Seiring dengan keterbatasan lahan dan tingginya harga tanah di pusat kota, para pengembang besar mulai beralih dari pembangunan horizontal ke arah vertikal. 

Superblock digambarkan sebagai “kota kecil di dalam kota”, sebuah kawasan terpadu yang menyatukan area hunian, perkantoran, pusat perbelanjaan, hingga fasilitas rekreasi dalam satu lokasi untuk meminimalkan hambatan ruang dan waktu.

Pemerintah DKI Jakarta melalui Wagub Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Ir. Herbowo, menyatakan bahwa konsep ini sejalan dengan Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) 1985-2005. 

Saat itu, sudah ada sekitar 10 pengembang raksasa yang siap menggarap proyek ini, di antaranya adalah kelompok usaha Ciputra, grup Bimantara, PT Rajawali, hingga PT Jakarta International Hotel (JIH). Salah satu wilayah yang menjadi target utama adalah kawasan “Segitiga Emas” (Sudirman-Thamrin-Kuningan). Area di belakang gedung-gedung mewah yang selama ini berupa perkampungan kumuh dinilai memiliki potensi besar untuk disulap menjadi kawasan “segitiga perak”.

Menurut Noer Saidji dari Departemen Pekerjaan Umum, idealnya satu superblock memerlukan lahan seluas 40-60 hektar dengan investasi triliunan rupiah. Contoh proyek ambisius yang disebutkan adalah pengembangan BNI City di dekat Landmark dan Hotel Le Meridien, serta pengembangan kawasan Senayan oleh PT JIH senilai US$ 3,2 miliar. Melalui konsep ini, Jakarta diharapkan dapat mengatasi masalah kemacetan lalu lintas dan mengoptimalkan penggunaan lahan dengan menggusur kawasan kumuh untuk digantikan dengan kompleks gedung pencakar langit yang tertata rapi dan memiliki fasilitas lengkap bagi pejalan kaki.

NARASUMBER

Ir. Herbowo: Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta bidang Ekonomi dan Pembangunan.

Noer Saidji: Direktur Tata Bangunan Departemen Pekerjaan Umum.

Jusuf Indradewa: Presiden Direktur PT JIH (Jakarta International Hotel).

CATATAN

Anda bisa menghubungi juru kunci Gudang Warung Arsip via SMS/Whatsapp 0878-3913-7459 (Pesan Cepat), JIKA:

– Kesulitan masuk di situs web warungarsip.co

– Jika dokumen yang Anda cari belum ada di situs web. Sebab, karena kemampuan penyimpanan yang tidak maksimal, sebagian besar kliping tidak bisa diunggah.