Keterangan
Nusawiru di Kodangjajar: Kronik ini membahas peresmian bandara baru Nusawiru di Ciamis, Jawa Barat oleh Menteri Perhubungan Haryanto Dhanutirto yang memakan biaya Rp 6,5 miliar. Kehadiran infrastruktur penerbangan ini diharapkan mampu mendongkrak sektor investasi swasta serta pariwisata di kawasan Jabar Selatan seperti Pantai Pangandaran.
Tampung Luberan Wisman: Kronik ini menyoroti optimisme Dinas Pariwisata DKI Jakarta dalam memenuhi target kunjungan wisatawan mancanegara hingga 2,6 juta orang menjelang tahun 2001. Pertumbuhan industri pariwisata ini diproyeksikan menjadi penghasil devisa yang sangat masif guna mengalahkan dominasi sektor minyak bumi dan otomotif.
Kiprah Swasta di Infrastruktur: Kronik ini menjabarkan prakiraan Presiden Soeharto mengenai kebutuhan dana investasi infrastruktur Indonesia sebesar US$ 200 miliar untuk sepuluh tahun mendatang. Keterbatasan dana pemerintah menuntut peningkatan keterlibatan dan peran aktif dari investor swasta nasional maupun internasional hingga mencapai angka 77 persen.
KDEI Ubah Nama dan Fungsi: Kronik ini melaporkan keputusan RUPSLB PT Kliring Deposit Efek Indonesia (KDEI) untuk mengubah nomenklatur serta fungsi kelembagaan di pasar modal sesuai amanat UU Pasar Modal yang baru. Perubahan ini memisahkan peran kliring penjaminan kepada PT KPEI serta fungsi penyimpanan dan penyelesaian kepada lembaga LPP.
BPR Berpraktek Gadai Gelap: Kronik ini mengulas imbauan dari Direktur Utama Perum Pegadaian, Sjamsir Kadir, kepada Bank Indonesia terkait maraknya Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang membuka jasa pergadaian terselubung. Aktivitas ilegal berkedok agunan tambahan ini dinilai secara jelas melanggar regulasi perbankan serta memicu persaingan tidak sehat bagi industri pergadaian resmi.
Kode Etik Periklanan ASEAN: Kronik ini membahas kesepakatan pelaku industri periklanan di kawasan ASEAN untuk membentuk sebuah asosiasi bersama bernama ASEAN Advertising Association (AAA). Langkah strategis tersebut diambil demi merumuskan standarisasi kode etik periklanan regional dalam menyongsong implementasi pasar bebas AFTA.
Tujuh Raksasa Berebut CDMA: Kronik ini memaparkan kesiapan PT Komselindo membelanjakan investasi sebesar US$ 64 juta untuk mengoperasikan jaringan teknologi selular CDMA pertama di Indonesia pada tahun 1997. Proyek raksasa tersebut memicu persaingan ketat di antara tujuh perusahaan telekomunikasi multinasional asal Amerika Serikat dan Asia dalam proses tender pengadaan sistem nirkabel tersebut.
Menyoroti PLTU Bermasalah: Kronik ini menyoroti desakan Komisi VI DPR-RI kepada direksi PT PLN untuk melakukan renegosiasi kontrak pembelian daya dari proyek PLTU Tanjung Jati-B yang dikelola oleh konsorsium CEPA. Parlemen menilai struktur harga jual listrik senilai US$ 6,45 sen per kWh yang diajukan terlampau mahal dan menyalahi kesepakatan kontrak awal.
Inkud-CBI Garap Industri Unggas: Kronik ini menguraikan rencana kemitraan strategis bernilai Rp 23 miliar antara Induk Koperasi Unit Desa (Inkud) dengan Cooperative Business International (CBI) asal Amerika Serikat. Kerja sama berpola kemitraan inti-plasma di atas lahan seluas 200 hektare di Jawa ini mencakup integrasi bisnis peternakan dari penyediaan bibit, pengolahan pakan, hingga pemotongan ayam pedaging.
Mengobati Penyakit Lama: Kronik ini mengupas tuntas krisis kelangkaan dan lonjakan harga komoditas semen di pasaran domestik akibat ulah spekulatif para pedagang serta kendala rantai distribusi pasokan secara makro. Menanggapi problem musiman tersebut, empat asosiasi industri konstruksi nasional mengusulkan pembentukan Dewan Konstruksi Nasional (DKN) guna melakukan penataan tata niaga dan pengawasan pasokan fisik semen secara komprehensif.
Menepis Gugatan dari Negeri Sakura: Kronik ini menceritakan keteguhan sikap Pemerintah Indonesia dalam mempertahankan proyek Mobil Nasional (Mobnas) Timor meskipun diancam digugat oleh pemerintah Jepang ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Menteri Perindustrian dan Perdagangan, Tunky Ariwibowo, menegaskan bahwa pemberian fasilitas insentif tarif impor khusus tersebut mutlak diperlukan demi membangun kemandirian industri otomotif dalam negeri.
Ramai-ramai ke Negeri Jiran: Kronik ini menganalisis fenomena maraknya konglomerat papan atas asal Indonesia yang melakukan ekspansi modal besar-besaran dengan memborong kepemilikan saham perusahaan di bursa efek Singapura (seperti Amcol dan Transmarco). Pengambilalihan aset korporasi luar negeri ini memicu spekulasi di kalangan pengamat mengenai motif riil di balik investasi tersebut, apakah murni ekspansi bisnis atau upaya pengamanan modal dari gejolak politik domestik.
Dihapus, Tapi Bayar Pajak: Kronik ini mengulas polemik aturan mengenai kebijakan penghapusan bukuan kredit macet (mandatory write-off) di sektor perbankan nasional. Kendati nasabah memperoleh pemutihan utang dari bank demi menekan rasio kredit bermasalah, ketentuan regulasi perpajakan tetap mengkategorikan penghapusan piutang tersebut sebagai keuntungan materi atau objek pendapatan yang wajib dikenakan Pajak Penghasilan (PPh).
CATATAN
Anda bisa menghubungi juru kunci Gudang Warung Arsip via SMS/Whatsapp 0878-3913-7459 (Pesan Cepat), JIKA:
– Kesulitan masuk di situs web warungarsip.co
– Jika dokumen yang Anda cari belum ada di situs web. Sebab, karena kemampuan penyimpanan yang tidak maksimal, sebagian besar kliping tidak bisa diunggah.





