Megawati Soekarnoputri dan Sukmawati Soekarnoputri: Serangan Baru Dua Saudara

Rp 5.000,00

Penulis: Joko Supono, Suryansyah
Media: TIRAS
Tahun: 1996, No. 32, 5 September 1996
Halaman: 82, 84, 85
Ukuran: 7,9 MB

Versi Produksi: Digital/PDF
Kondisi File: terbaca/Terang
Lokasi Stok: Gudang Warsip

Stok 19

SKU: KL_9537 Kategori: Label , , ,

Keterangan

“Kita hanya ingin mencapai keadilan. Kita menganggap bahwa masalah PDI ini sudah tidak bisa diselesaikan secara politik. Sudah mampet, maka kita mencoba menyelesaikan melalui jalur hukum karena jalur inilah yang masih memungkinkan.” — R.O. Tambunan

Dua artikel politik ini menyoroti dinamika konflik internal PDI pasca-Kongres Medan 1996, yang mencakup jalur hukum oleh kubu Megawati Soekarnoputri serta upaya konsolidasi wilayah oleh kubu Soerjadi.

Pada artikel pertama, Megawati bersama adiknya, Sukmawati, mengajukan gugatan hukum baru melalui Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) terhadap Letjen (TNI) Syarwan Hamid selaku Kassospol ABRI. Gugatan setebal sembilan halaman ini dipicu oleh pernyataan Syarwan di harian Surya yang menyebut Megawati ingin menjadi “Cory Aquino” Indonesia melalui gerakan fisik bersama Gerakan Rakyat Marhaen (GRM). Meskipun harian Surya telah mencabut berita tersebut dan meminta maaf, TPDI yang dikomandani R.O. Tambunan tetap melanjutkan gugatan materiil sebesar Rp 50 miliar ke Pengadilan Negeri Jakarta Dua. Langkah hukum ini dinilai sebagai strategi agar kasus PDI terus mendapat ekspos publik dan memupuk simpati, sementara Syarwan Hamid menanggapi gugatan tersebut dengan tenang.

Di sisi lain, artikel kedua mengulas langkah Soerjadi yang mulai terbang ke daerah-daerah untuk melantik pengurus DPD PDI guna membalikkan keadaan. Soerjadi berhasil melantik pengurus DPD dan DPC di wilayah basis “keras” pendukung Megawati, seperti Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB), meskipun sempat diwarnai insiden kecil dari massa pro-Megawati. Kendati konsolidasi formal berjalan lancar dengan dukungan pejabat daerah, kepemimpinan Soerjadi masih menghadapi riak perlawanan laten atau “kerikil” di berbagai daerah lain seperti Sulawesi Selatan, Aceh, Sumatra Selatan, dan Timor Timur. Di Timor Timur, sejumlah pengurus DPC yang membelot kembali mendukung Megawati langsung dinonaktifkan. Konflik dualisme ini memperlihatkan bahwa meski Soerjadi menguasai struktur formal, massa akar rumput PDI di bawah permukaan masih menyisakan loyalitas kuat kepada Megawati menjelang pemilu.

NARASUMBER

– R.O. Tambunan (Komandan Tim Pembela Demokrasi Indonesia / TPDI selaku kuasa hukum Megawati dan Sukmawati)

– Letjen (TNI) Syarwan Hamid (Kassospol ABRI selaku pihak yang digugat)

– Soerjadi (Ketua Umum PDI versi Kongres Medan)

– Yakobus Kamorlo (Sekretaris DPD PDI Sulawesi Selatan kubu Megawati)

– Drs. Irama Bukit Putra (Sekretaris DPD PDI Aceh kubu Soerjadi)

– dr. Faisal Anwar Sohan (Pemimpin PDI Kubu Soerjadi di Sumatra Selatan)

– M.I.A. Mangkudepati (Tokoh PDI yang tetap mengakui DPP Megawati di Sumatra Selatan)

– Samuel Alex Petrus (Mantan Ketua DPD I PDI Timor Timur / Wakil Ketua DPRD I Timor Timur)

– Gabriel da Costa (Perwakilan kawan-kawan dari kubu Soerjadi di Timor Timur)

– Feliciano da Costa (Ketua DPC Manufahi, Timor Timur)

– Wahono (Ketua DPR/MPR)

CATATAN

Anda bisa menghubungi juru kunci Gudang Warung Arsip via SMS/Whatsapp 0878-3913-7459 (Pesan Cepat), JIKA:

– Kesulitan masuk di situs web warungarsip.co

– Jika dokumen yang Anda cari belum ada di situs web. Sebab, karena kemampuan penyimpanan yang tidak maksimal, sebagian besar kliping tidak bisa diunggah.