Pameran Lukisan Antonius Kho dan Wiko Djoan: Dua Sekawan dalam Lukisan

Rp 5.000,00

Penulis: H.W. Setiawan
Media: TIRAS
Tahun: 1996, No. 32, 5 September 1996
Halaman: 55
Ukuran: 7,9 MB

Versi Produksi: Digital/PDF
Kondisi File: terbaca/Terang
Lokasi Stok: Gudang Warsip

Stok 19

SKU: KL_9541 Kategori: Label ,

Keterangan

Artikel berjudul “Dua Sekawan dalam Lukisan” karya H.W. Setiawan mengulas tentang pameran lukisan bersama bertajuk Cinta Kebersamaan oleh dua pelukis asal Jawa Tengah, Antonius Kho dan Wiko Djoan. Pameran ini berlangsung selama paruh kedua bulan Agustus 1996 di Asri Gallery, Jakarta Design Center. Melalui kolaborasi ini, kedua perupa yang kini bermukim di Bali mengeksplorasi nilai kebersamaan yang tulus melalui karya seni kreatif di atas kanvas, melampaui sekadar goresan kuas biasa.

Obyek utama yang dieksplorasi oleh kedua pelukis ini adalah topeng. Di mata mereka, topeng menyimpan misteri dan mengekspresikan beragam emosi manusia, seperti tersenyum, tertawa, marah, terkesiap, melamun, hingga menangis. Menurut Dr. Jean Couteau dalam katalog pameran, karya kedua sekawan ini mengingatkan pada dunia topeng Bali beserta segala ritualnya. Jejak kultur Bali tersebut terlihat dari komposisi obyek lukisan yang menonjolkan dan memadati seluruh permukaan kanvas dengan detail yang kuat, seperti yang tampak pada karya Topeng Ketawa atau Topeng Senyum.

Dari total 26 buah lukisan yang dipamerkan, terdapat beberapa format penyajian. Sebagian lukisan dipampang pada sepasang kanvas terpisah—satu kanvas berisi karya Antonius Kho dan kanvas pasangannya berisi karya Wiko Djoan. Karakteristik keduanya tampak bersandingan; Antonius Kho cenderung menggunakan warna-warna pekat seperti hitam dan cokelat, sementara Wiko Djoan memilih warna-warna cerah seperti merah muda atau biru langit. Perbedaan ini justru saling melengkapi tanpa menghilangkan harmoni. Selain itu, ada pula lukisan di mana kedua perupa meleburkan ego mereka dengan melukis bersama-sama di atas satu kanvas yang sama. Kerja sama semacam ini mengingatkan pada tradisi melukis bersama yang pernah dilakukan oleh maestro legendaris seperti Affandi, Basoeki Abdullah, dan S. Sudjojono, serta hubungan historis para seniman dunia seperti Van Gogh dan Paul Gauguin.

Pada akhirnya, pameran ini tidak hanya menyuguhkan keindahan fisik lukisan, melainkan sebuah teladan kebersamaan yang digerakkan oleh rasa cinta. Di tengah tatanan sosial modern yang kian fragmentaris dan terjebak dalam sikap solitaire, kolaborasi Antonius Kho dan Wiko Djoan menjadi gugatan sekaligus inspirasi yang sangat berharga bagi kehidupan masa kini.

NARASUMBER

– Bonnie Tyler – Penyanyi asal Amerika Serikat yang dikutip lirik lagunya yang berjudul Island pada bagian pembuka dan penutup artikel untuk menggambarkan esensi kebersamaan.

– Dr. Jean Couteau – Kritikus/pakar seni yang dikutip pandangannya melalui tulisan di dalam katalog pameran mengenai karakteristik dan pengaruh kultur Bali pada karya kedua pelukis.

– Sapardi Djoko Damono – Penyair Indonesia yang dikutip sajaknya yang berjudul Aku Ingin sebagai analogi peleburan ego dan keselarasan.

– Agus Dermawan T. – Pengamat/kritikus seni yang pemikirannya di dalam katalog pameran dikutip untuk menyamakan persahabatan kedua pelukis dengan relasi para seniman besar dunia.

CATATAN

Anda bisa menghubungi juru kunci Gudang Warung Arsip via SMS/Whatsapp 0878-3913-7459 (Pesan Cepat), JIKA:

– Kesulitan masuk di situs web warungarsip.co

– Jika dokumen yang Anda cari belum ada di situs web. Sebab, karena kemampuan penyimpanan yang tidak maksimal, sebagian besar kliping tidak bisa diunggah.