Rapim Golkar: HUT Beringin tanpa Soeharto

Rp 5.000,00

Penulis: Untung Widyanto
Media: TIRAS
Tahun: 1995, 26 Oktober, No.39, Thn.1
Halaman: 63-64
Ukuran: 2,39 MB

Versi Produksi: Digital/PDF
Kondisi File: terbaca/Terang
Lokasi Stok: Gudang Warsip

Stok 18

SKU: KL_9490 Kategori: Label , ,

Keterangan

“Bung Harmoko sangat mampu menjalankan tugasnya, buktinya hingga hari ini sudah 240 Daerah Tingkat II yang dikunjunginya.”Akbar Tanjung

Kliping ini menyoroti dinamika internal Golkar menjelang peringatan hari ulang tahunnya yang ke-31 dan pelaksanaan Rapat Pimpinan (Rapim) II pada Oktober 1995. Peristiwa ini menjadi tidak biasa karena ketidakhadiran Presiden Soeharto, selaku Ketua Dewan Pembina, yang sedang memimpin delegasi RI ke KTT Gerakan Non-Blok di Kolombia. 

Absennya “Pak Harto” menciptakan suasana yang berbeda, di mana amanat tertulisnya dibacakan oleh pejabat lain, sementara koordinasi di lapangan ditangani oleh tokoh-tokoh seperti Harmoko dan Akbar Tanjung.

Intrik politik yang paling menonjol dalam Rapim tersebut adalah isu restrukturisasi organisasi. Muncul usulan mengenai jabatan baru berupa “Pelaksana Harian Ketua Umum DPP Golkar”. Jabatan ini diwacanakan untuk meringankan beban kerja Harmoko yang merangkap jabatan sebagai Menteri Penerangan. Meski isu ini sempat memanas di kalangan elit, Harmoko secara tegas membantah adanya rencana tersebut dan menyatakan bahwa mekanisme organisasi sudah cukup jelas diatur dalam AD/ART tanpa perlu jabatan tambahan.

Selain persoalan di tingkat pusat, artikel ini juga mengungkap gejolak di daerah, khususnya Sumatera Utara. Terdapat mosi tidak percaya dari sejumlah pimpinan DPD Golkar Sumut terhadap Abdul Gafur yang saat itu menjabat sebagai Koordinator Wilayah I. Perseteruan ini berakar dari perbedaan dukungan dalam pemilihan Wali Kota Medan. Konflik internal ini sempat dikhawatirkan akan mengganggu kewibawaan partai, namun Akbar Tanjung menegaskan bahwa urusan tersebut akan diselesaikan sepenuhnya di tingkat DPP. Di tengah tensi politik yang cukup tinggi, panitia HUT Golkar yang diketuai Bambang Trihatmodjo mencoba menghadirkan suasana berbeda dengan mengundang tokoh budayawan Emha Ainun Najib (Cak Nun) untuk memberikan refleksi.

NARASUMBER

Harmoko: Ketua Umum DPP Golkar (memberikan bantahan terkait posisi Pelaksana Harian).

Akbar Tanjung: Sekretaris Dewan Pembina (memberikan klarifikasi mengenai kapasitas kerja Harmoko dan konflik di Sumatera Utara).

Raja Inal Siregar: Gubernur Sumatera Utara (memberikan imbauan agar kader Golkar tidak terpancing menyuarakan masalah intern ke luar).

Abdul Gafur: Ketua Koordinator Wilayah (Korwil) I DPP Golkar (memberikan tanggapan atas tuduhan dari Satgas Pemuda Golkar Sumut).

Bambang Trihatmodjo: Ketua Panitia HUT Golkar (terkait rencana mengundang Emha Ainun Najib).

CATATAN

Anda bisa menghubungi juru kunci Gudang Warung Arsip via SMS/Whatsapp 0878-3913-7459 (Pesan Cepat), JIKA:

– Kesulitan masuk di situs web warungarsip.co

– Jika dokumen yang Anda cari belum ada di situs web. Sebab, karena kemampuan penyimpanan yang tidak maksimal, sebagian besar kliping tidak bisa diunggah.