Sekolah Anak Cerdas: 2% dari 50 Juta Anak Indonesia Terhitung Cerdas

Rp 5.000,00

Penulis: Farid Ridwan Iskandar
Media: EDITOR
Tahun: 1990, 24 November
Halaman: 44-5
Ukuran: 1,38 MB

Versi Produksi: Digital/PDF
Kondisi File: terbaca/Terang
Lokasi Stok: Gudang Warsip

Stok 19

SKU: KL_9461 Kategori: Label ,

Keterangan

“Jangan sampai anak-anak yang cerdas dan berbakat unggul itu, tidak mendapat pelayanan khusus. Sehingga, mereka bosan belajar dan akhirnya malas bersekolah.” — Prof. Dr. M.D. Dahlan

“Tanpa penanganan yang tepat, mereka bukan saja tidak dapat mengembangkan potensinya secara optimal, tapi juga bisa membuat mereka terlantar, dan menimbulkan masalah bagi lingkungannya.” — Ny. I.A.L. Tobing

Kliping ini menyoroti minimnya fasilitas pendidikan khusus bagi anak-anak cerdas dan berbakat unggul (gifted) di Indonesia. Berdasarkan data, sekitar dua persen dari 50 juta anak Indonesia memiliki tingkat kecerdasan di atas rata-rata. Namun, sistem pendidikan nasional saat itu dinilai belum memberikan perhatian khusus bagi mereka. Dampaknya, anak-anak ini cenderung cepat bosan dengan materi pelajaran biasa dan berisiko menjadi “pembosan” yang sulit diatur jika potensi intelektualnya tidak disalurkan dengan tepat.

Untuk menjawab tantangan ini, IKIP Jakarta dan IKIP Bandung merencanakan pembukaan program S-2 spesialisasi pendidikan luar biasa bagi anak berbakat. Tujuannya adalah mencetak tenaga pengajar yang mampu menangani kurikulum khusus. Selain itu, upaya swasta seperti “Festival Anak Luar Biasa” di Semarang yang diprakarsai Jaya Suprana, mencoba mengidentifikasi anak-anak dengan IQ tinggi (kategori cerdas, superior, hingga sangat superior) sejak usia dini.

Salah satu contoh sekolah yang telah menerapkan kelas khusus adalah TK dan SD YPP Ade Irma Suryani Nasution di Jakarta. Sekolah ini memisahkan siswa berbakat ke dalam kelas tersendiri namun tetap membaurkan mereka dalam mata pelajaran non-akademik seperti olahraga dan kesenian. Metode pembelajarannya menggunakan enrichment sheets (lembaran kerja pengayaan) untuk mengisi waktu luang setelah mereka menyelesaikan materi standar dengan cepat. Meski demikian, keresahan orang tua tetap tinggi karena jumlah sekolah semacam ini sangat terbatas, sehingga banyak anak cerdas yang akhirnya tidak terwadahi kemampuannya.

NARASUMBER

Prof. Dr. M.D. Dahlan: Pembantu Rektor II IKIP Bandung.

Prof. Dr. Utami Munandar: Psikolog dari Universitas Indonesia (UI) dan pakar mengenai anak berbakat.

Jaya Suprana: Bos Jamu Cap Jago dan pemrakarsa Festival Anak Luar Biasa (FALB).

Prof. Haryono Suyitno: Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip).

Sunaryo: Orang tua dari Tahta Senda Juang (salah satu anak peserta festival).

Ny. I.A.L. Tobing: Ketua Yayasan Pembinaan Pendidikan (YPP) Ade Irma Suryani Nasution.

Rahardjo: Kepala Sekolah YPP Ade Irma Suryani Nasution.

Prof. Drs. Wuryanto: Anggota DPR/MPR bidang pendidikan.

Dra. Youmil Achir: Dekan Fakultas Psikologi UI (disebutkan perannya dalam pembentukan kelas khusus).

CATATAN

Anda bisa menghubungi juru kunci Gudang Warung Arsip via SMS/Whatsapp 0878-3913-7459 (Pesan Cepat), JIKA:

– Kesulitan masuk di situs web warungarsip.co

– Jika dokumen yang Anda cari belum ada di situs web. Sebab, karena kemampuan penyimpanan yang tidak maksimal, sebagian besar kliping tidak bisa diunggah.