Keterangan
Kliping dari Tajuk edisi 30 April 1998 ini mengulas profil Letjen TNI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang saat itu menjabat sebagai Kepala Staf Sosial Politik (Kassospol) ABRI. SBY digambarkan sebagai sosok “Perwira Intelektual” yang mendobrak stereotipe tentara pada umumnya melalui pembawaan yang tenang, sapaan akrab “adik” kepada mahasiswa, serta kemampuan dialog yang santun.
Di tengah tensi tinggi menjelang Reformasi 1998, SBY memainkan peran strategis sebagai jembatan komunikasi antara militer dan kelompok sipil, termasuk mahasiswa, intelektual, dan ulama. Artikel menyoroti kedekatannya dengan dunia akademis, terutama saat menjabat Danrem 072/Pamungkas di Yogyakarta, di mana ia kerap berdiskusi dengan tokoh seperti Dr. Afan Gaffar dari UGM.
Kedekatannya dengan lingkungan kampus dan latar belakang pendidikannya—termasuk gelar Master dari Webster University dan berbagai kursus militer di Amerika Serikat—memperkuat citranya sebagai perwira yang reformis dan terbuka terhadap pendapat orang lain.
SBY menekankan pentingnya menghadapi krisis melalui persatuan dan dialog yang rasional, bukan emosional. Ia mencermati bahwa reformasi ekonomi dan politik harus ditangani secara hati-hati agar tidak menimbulkan kekacauan seperti yang terjadi di Rusia. Pengalaman internasionalnya, mulai dari Operasi Seroja hingga menjadi pemantau perdamaian PBB di Bosnia-Herzegovina (UNPF), memberinya perspektif luas mengenai proses demokratisasi global.
Baginya, ABRI harus berperan dalam mewujudkan stabilitas keamanan di masa transisi menuju masyarakat modern-industrial tanpa mengabaikan aspirasi perubahan. Kepiawaian intelektualnya inilah yang sedang diuji untuk memandu peran sosial-politik ABRI di tengah badai tuntutan reformasi.
CATATAN
Anda bisa menghubungi juru kunci Gudang Warung Arsip via SMS/Whatsapp 0878-3913-7459 (Pesan Cepat), JIKA:
– Kesulitan masuk di situs web warungarsip.co
– Jika dokumen yang Anda cari belum ada di situs web. Sebab, karena kemampuan penyimpanan yang tidak maksimal, sebagian besar kliping tidak bisa diunggah.

