Keterangan
“Terdakwa pembunuhan berantai. Kehidupan pribadi Ivan Milat yang dituduh telah membunuh tujuh orang, seperti dituturkan saudaranya, Wally”. Itulah kalimat yang melengkapi foto pada sampul depan majalah mingguan Who, Australia, edisi bulan lalu. Sebuah perpaduan antara kalimat dan foto yang sangat menarik perhatian dan mengugah keingintahuan orang buat membaca lebih jauh berita yang ditawarkan majalah tersebut.
Rupanya bukan hanya konsumen yang merasa tertarik, Kejaksaan Agung Australia pun ikut tersengat oleh gambar sampul depan majalah tersebut. Akibatnya, Time Inc., Amerika Serikat, sebagai induk perusahaan Who, dan pemimpin redaksi Who awal Juni lalu diajukan ke pengadilan. Penayangan foto Ivan Milat itu dianggap sebagai pelecehan terhadap pengadilan (contempt of court).
CATATAN: Jika Anda sulit untuk masuk di warungarsip.co, silakan hubungi jalur cepat Gudang Warung Arsip via SMS/Whatsapp ~ 0878-3913-7459 (Pesan Cepat)





