Buntut Kerusuhan Pemilu di Sampang, Gubernur Basofi Sudirman: Saya Tinggal Komando Rakyat

Rp 50.000,00

Penulis: Muchlis Ainurrafik, Hendaru
Media: PARON
Tahun: 1997, 28 Juni
Halaman: 4-7
Ukuran: 15,6 MB

  • Versi Produksi: Digital/PDF
  • Kondisi File: Terbaca/Terang
  • Lokasi Stok: Gudang Warsip

Stok 19

SKU: KL_9400 Kategori: Label , , , ,

Keterangan

Kliping ini mengulas eskalasi kerusuhan pasca-Pemilu 1997 yang melanda beberapa wilayah di Jawa Timur, khususnya Madura (Sampang, Bangkalan) dan Jember. Situasi digambarkan sangat mencekam dengan banyaknya fasilitas publik seperti kantor polisi, kantor kecamatan, hingga gedung bioskop yang luluh lantak dibakar massa. Pemicu utama kerusuhan diduga kuat karena adanya ketidakpuasan masyarakat, terutama pendukung PPP, terhadap proses penghitungan suara yang dianggap penuh kecurangan.

Gubernur Jawa Timur, Basofi Sudirman, mengambil langkah persuasif dengan mendekati para ulama guna meredakan ketegangan. Basofi menekankan pentingnya satu visi kebangsaan dan mengakui adanya hambatan dalam komunikasi antara birokrasi dan masyarakat. Ia menyatakan kesiapannya untuk mengambil tindakan tegas terhadap perusuh jika pendekatan lunak tidak lagi efektif.

Sementara itu, Gus Dur memberikan perspektif berbeda dengan menyebut bahwa warga NU seringkali dijadikan kambing hitam dalam konflik tersebut melalui selebaran gelap. Ia menegaskan bahwa mengelola umat bukanlah perkara gampang, terutama ketika emosi massa telah tersulut oleh isu ketidakadilan. Di sisi lain, Pangdam V Brawijaya, Mayjen Imam Utomo, telah menyiagakan pasukan dan menyerukan pentingnya partisipasi rakyat dalam menjaga keamanan melalui sistem swakarsa untuk mencegah kerusuhan meluas ke tingkat provinsi.

 

NARASUMBER:

Basofi Sudirman: Gubernur Jawa Timur.

Abdurrahman Wahid (Gus Dur): Ketua Umum PB NU.

Mayjen Imam Utomo: Pangdam V Brawijaya.

Nuruddin A. Rachman: Sekretaris Badan Silaturahmi Alim Ulama Madura (Basa).

Letkol Pol. Suko Basuki: Kapolres Bangkalan.

 

DAFTAR KLIPING:

Halaman 4: “Menunggu Komando Gubernur Basofi” (Tinjauan situasi kerusuhan di Sampang, Pasuruan, dan Jember).

Halaman 5: Wawancara Abdurrahman Wahid: “Pegang Umat Tidak Gampang” (Analisis Gus Dur mengenai posisi warga NU dan konflik PPP).

Halaman 6-7: Wawancara Basofi Sudirman: “Jadi Gubernur Saja Kewalahan” (Refleksi Basofi mengenai masalah integrasi bangsa dan peran Golkar. Juga, bedah pola gerakan massa dan pentingnya pengamanan swakarsa).

 

CATATAN:

Anda bisa menghubungi juru kunci Gudang Warung Arsip via SMS/Whatsapp 0878-3913-7459 (Pesan Cepat), JIKA:
– Kesulitan masuk di situs web warungarsip.co
– Jika dokumen yang Anda cari belum ada di situs web. Sebab, karena kemampuan penyimpanan yang tidak maksimal, sebagian besar kliping tidak bisa diunggah.