Esai Quraish Shihab: Jihad

Rp 5.000,00

Penulis: Quraish Shihab
Media: UMMAT
Tahun: 1995, 27 November, No.11 Th.I
Halaman: 72-73
Ukuran: 3,7 MB

Versi Produksi: Digital/PDF
Kondisi File: Terbaca/Terang
Lokasi Stok: Gudang Warsip

Stok 20

SKU: KL_9568 Kategori: Label , ,

Keterangan

“Jihad adalah cara untuk mencapai tujuan. Jihad tidak mengenal putus asa, menyerah, bahkan kelesuan. Tidak pula pamrih. Namun jihad juga perlu disesuaikan dengan ‘modal’ dan tujuan.”

Kliping ini merupakan tulisan karya Quraish Shihab yang mengulas makna esensial jihad dalam Islam. Penulis menjelaskan bahwa potensi kebajikan dan keburukan bersanding di dalam jiwa manusia. Melalui Al-Qur’an, manusia diajak untuk memperjuangkan kebajikan guna mengatasi kebatilan. Di tengah dunia yang menjadi gelanggang perjuangan, istilah jihad dan mujahadah kerap disalahpahami atau dipersempit maknanya. Padahal secara kebahasaan, akar kata jihad bermakna kesulitan, ujian, serta pengerahan segala kemampuan demi mencapai tujuan.

Berdasarkan sejarah turunnya ayat Al-Qur’an, perintah berjihad sudah diturunkan sejak Rasulullah SAW berada di Mekah, jauh sebelum adanya izin mengangkat senjata demi membela diri dan agama pada tahun kedua Hijriah. Oleh karena itu, salah satu bentuk jihad fisik atau pertarungan senjata bukanlah satu-satunya, melainkan ada perjuangan yang jauh lebih besar, yakni jihad melawan hawa nafsu.

Kliping ini merinci tiga macam jihad: (1) menghadapi musuh yang nyata, (2) menghadapi setan, dan (3) menghadapi nafsu internal diri. Setan dan nafsu digambarkan sebagai penggoda yang bekerja secara halus bagaikan virus ketika manusia sedang lengah. Untuk membentengi diri dari penyakit jiwa tersebut, manusia diperintahkan melakukan “imunisasi” spiritual melalui penyerahan diri secara total kepada Allah, konsisten berzikir, membaca kalimat takbir, serta memohon perlindungan (ber-ta’awwuz) saat godaan mulai terasa.

Pada bagian penutup, kliping ini menegaskan pesan pokok bahwa jihad sejati harus berlandaskan niat ikhlas demi Allah SWT, bukan demi meraih tanda jasa, pujian, ataupun keuntungan duniawi. Jihad menuntut kesiapan seorang mujahid untuk berkorban tanpa meminta imbalan selain dari Allah. Sebagai puncak sekaligus titik tolak dari segala aktivitas muslim, jihad bermula dari kesadaran penuh dan penemuan jatidiri yang berlandaskan pengetahuan. Prinsip utamanya adalah kerelaan penuh, sehingga seorang mujahid tidak akan bersedia menerima paksaan ataupun melakukan jihad secara terpaksa.

CATATAN

Anda bisa menghubungi juru kunci Gudang Warung Arsip via SMS/Whatsapp 0878-3913-7459 (Pesan Cepat), JIKA:

– Kesulitan masuk di situs web warungarsip.co

– Jika dokumen yang Anda cari belum ada di situs web. Sebab, karena kemampuan penyimpanan yang tidak maksimal, sebagian besar kliping tidak bisa diunggah.