Jurnalis Udin Dibunuh: Mengusut Dalang Tanpa Wayang

Rp 10.000,00

Penulis: Nanang Junaedi
Media: TIRAS
Tahun: 1996, No. 32, 5 September 1996
Halaman: 66-71
Ukuran: 23,7 MB

Versi Produksi: Digital/PDF
Kondisi File: terbaca/Terang
Lokasi Stok: Gudang Warsip

Stok 19

SKU: KL_9533 Kategori: Label , , ,

Keterangan

“Wartawan tidak perlu tiarap. Sebab, wartawan adalah ujung tombak dari sebuah perubahan.”

Rangkaian artikel ini menyoroti misteri kematian Fuad Muhammad Syafruddin (Udin), wartawan harian Bernas Yogyakarta, yang tewas pada 16 Agustus 1996 setelah dianiaya oleh dua orang tidak dikenal di rumah kontrakannya di Jalan Parangtritis Km. 13, Bantul. Kasus penganiayaan hingga tewas ini memicu reaksi keras dari berbagai pejabat tinggi negara, pengamat pers, hingga organisasi profesi seperti PWI, yang menuntut pengusutan tuntas atas motif di balik tragedi ini.

Spekulasi yang berkembang kuat di masyarakat mengarah pada dugaan rekayasa dan keterlibatan oknum Pemerintah Daerah (Pemda) Bantul. Hal ini dipicu oleh rangkaian laporan kritis yang ditulis Udin di harian Bernas, khususnya mengenai dugaan korupsi penyunatan dana Inpres Desa Tertinggal (IDT) di Desa Karangtengah, Imogiri, serta kasus dugaan manipulasi sertifikat tanah di Desa Guwosari. Indikasi keterlibatan Pemda semakin diperkuat oleh kesaksian warga mengenai keberadaan kendaraan pribadi Camat Imogiri dan oknum berkaos Pemda Bantul di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) sesaat setelah penganiayaan terjadi.

Di sisi lain, respons dari aparat penegak hukum dan pemerintah setempat dinilai membingungkan publik. Kapolres Bantul Letkol (Pol.) Ade Subardan sempat mengeluarkan pernyataan kontroversial bahwa kasus tersebut tidak memiliki dalang intelektual melainkan hanya eksekutor (“wayang”) saja, meski pernyataan tersebut kemudian diklarifikasi oleh Kapolwil Yogyakarta. Sementara itu, Bupati Bantul Sri Roso Sudarmo membantah keterlibatan institusinya dan berdalih bahwa pemotongan dana IDT yang diberitakan Udin sebenarnya merupakan iuran gotong-royong warga yang telah disepakati bersama.

Tragedi Udin menjadi cermin buruk atas tingginya risiko profesi wartawan di Indonesia. Artikel ini juga membeberkan serangkaian kasus kekerasan fisik dan perampasan kamera yang menimpa wartawan media lain, seperti Sofii (Bhirawa), Cecep S. Sukmadipradja (Ummat), Aries Byantoro (Pos Kota), serta wartawan Kompas dan Editor. Para pakar komunikasi menilai bahwa rentetan ancaman ini lahir dari belum maksimalnya pemasyarakatan kode etik jurnalistik di tengah masyarakat serta kurangnya langkah taktis dari lembaga profesi pers seperti PWI dalam melindungi anggotanya. Konflik dilematis pun muncul antara tuntutan idealisme pers yang kritis dengan tekanan stabilitas nasional, yang kerap memaksa jurnalis memilih opsi “tiarap” demi keselamatan jiwa mereka.

NARASUMBER

Pejabat Pemerintah dan Aparat Keamanan

– Letkol (Pol.) Ade Subardan – Kapolres Bantul.

– H. Sri Roso Sudarmo – Bupati Bantul (diwawancarai secara khusus).

– Kolonel (Pol.) Drs. Darsono – Kapolwil Yogyakarta.

– Harmoko – Menteri Penerangan (dikutip komentarnya).

– Soesilo Soedarman – Menko Polkam (dikutip komentarnya).

– Singgih – Jaksa Agung (dikutip komentarnya).

– Letjen (Pol.) Dibyo Widodo – Kapolri (dikutip komentarnya).

 

Organisasi Pers, Tokoh Masyarakat, dan Pengamat

– Sofjan Lubis – Ketua Umum PWI Pusat.

– Abdul Syukur – Kepala Perwakilan Surat Kabar Berita Buana di Pontianak.

– Dr. Bachtiar Aly – Pakar Komunikasi Universitas Indonesia.

– Ashadi Siregar – Pengamat/Pemerhati Pers dan Dosen Universitas Gadjah Mada.

– Permadi – Paranormal (yang berkunjung ke kantor Bernas).

– Adi Sasono – Sekretaris Jenderal Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).

 

Saksi Lingkungan dan Rekan Kerja Udin

– Marsiyem – Istri almarhum Udin.

– Putut Wiryawan – Anggota Tim PWI sekaligus rekan kerja almarhum.

– Bu Nur – Penjual bakmi di depan rumah Udin (saksi mata).

– Rekan sejawat Udin di harian Bernas (disebut secara anonim terkait informasi kedatangan tamu dan konfrontasi pejabat Pemda Bantul).

 

Wartawan Korban Kekerasan Lain (Dikutip Kisahnya)

– Cecep S. Sukmadipradja – Wartawan majalah Ummat.

– Aries Byantoro – Wartawan Pos Kota.

 

CATATAN

Anda bisa menghubungi juru kunci Gudang Warung Arsip via SMS/Whatsapp 0878-3913-7459 (Pesan Cepat), JIKA:

– Kesulitan masuk di situs web warungarsip.co

– Jika dokumen yang Anda cari belum ada di situs web. Sebab, karena kemampuan penyimpanan yang tidak maksimal, sebagian besar kliping tidak bisa diunggah.