Keterangan
“Kalau memang ada hal yang ingin disampaikan kan bisa secara tertulis, bukan memperkeruh situasi.” – Supardi (Ketua BP3)
“Pemberitaan tak imbang. Saya tertekan. Kalau saya koruptor seperti yang ditulis media masa, saya sanggup dihukum.” – Soedarno (Kepala Sekolah SMUN 1)
Ketidakterbukaan manajemen di Sekolah Menengah Umum Negeri (SMUN) 1 di Jalan Budi Utomo, Jakarta Pusat, memicu aksi unjuk rasa yang melibatkan siswa dan guru. Demonstrasi yang berlangsung selama dua hari berturut-turut pada Rabu dan Kamis (21-22 Agustus 1996) ini dipicu oleh kekecewaan atas dugaan penyelewengan dana sekitar Rp 50 juta yang dihimpun oleh Persatuan Orang Tua Murid dan Guru (POMG). Situasi sempat memanas ketika para alumni ikut campur dengan menelepon sekolah dalam emosi tinggi, yang disesalkan oleh Ketua Badan Pembantu Penyelenggara Pendidikan (BP3), Supardi, karena dinilai memperkeruh suasana.
Aksi unjuk rasa mulai mereda pada Jumat (23/8) saat siswa kembali belajar, namun tuntutan akan keterbukaan tetap berjalan. Pada Senin (26/8), delapan orang tim audit dari Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Kanwil Depdikbud) DKI Jakarta dan Inspektorat Jenderal Depdikbud mulai mengusut kasus ini. Beberapa poin utama yang dituduhkan kepada Kepala Sekolah, Soedarno, meliputi ketidaktransparanan penggunaan dan pengelolaan kas POMG, serta uang koperasi terkait pembelian perangkat komputer untuk kegiatan ekstra kurikuler.
Selain masalah POMG, Supardi juga mempertanyakan kurangnya keterbukaan pihak sekolah kepada OSIS mengenai penggunaan dana mereka, mengingat siswa masih dimintai pungutan untuk majalah. Ketegangan internal juga dipicu oleh isu diskriminasi fasilitas peminjaman uang di koperasi, di mana kepala sekolah diizinkan meminjam hingga puluhan juta rupiah, sementara guru hanya dibatasi beberapa juta rupiah. Keretakan hubungan ini dilaporkan sudah mulai terlihat sejak Maret, menjelang perayaan ulang tahun emas ke-50 sekolah tersebut. Kebijakan disiplin Soedarno yang dinilai terlalu keras terhadap guru dan siswa juga memicu ketidakpuasan tersendiri.
Menanggapi tuduhan tersebut, Soedarno merasa tertekan dan menyatakan bahwa pemberitaan media tidak berimbang, serta menegaskan kesiapannya untuk dihukum jika terbukti korupsi. Sementara itu, Kepala Kanwil Depdikbud DKI, Kusnan Ismukanto, menyatakan bahwa pelajar tidak seharusnya berdemonstrasi, namun pihaknya tetap memeriksa penyebab aksi tersebut. Di sisi lain, praktisi pendidikan Arief Rachman menyarankan agar konflik manajemen sekolah ini diselesaikan secara kekeluargaan demi menjaga fokus pendidikan anak didik.
NARASUMBER
– Supardi – Ketua Badan Pembantu Penyelenggara Pendidikan (BP3).
– Soedarno – Kepala Sekolah SMUN 1 Jakarta Pusat.
– Suhadman – Wakil Kepala Sekolah (Kepsek) bidang Kesiswaan / OSIS.
– Kusnan Ismukanto – Kepala Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Kanwil Depdikbud) DKI Jakarta.
– Arief Rachman – Kepala Sekolah SMU Yayasan Pendidikan IKIP, Jakarta (pakar/praktisi pendidikan yang dimintai saran).
CATATAN
Anda bisa menghubungi juru kunci Gudang Warung Arsip via SMS/Whatsapp 0878-3913-7459 (Pesan Cepat), JIKA:
– Kesulitan masuk di situs web warungarsip.co
– Jika dokumen yang Anda cari belum ada di situs web. Sebab, karena kemampuan penyimpanan yang tidak maksimal, sebagian besar kliping tidak bisa diunggah.





