Keterangan
Sekumpulan kliping ini menyoroti situasi mencekam di akhir masa kampanye Pemilu 1997, yang ditandai dengan berbagai kerusuhan di Jakarta dan kota-kota lain seperti Banjarmasin.
Aparat keamanan (ABRI) menuding Partai Rakyat Demokratik (PRD) berada di balik kekacauan tersebut. PRD dituduh menyusup ke kantong-kantong massa Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan menggunakan atribut “Koalisi Mega-Bintang” untuk memprovokasi kemarahan rakyat serta menggagalkan Pemilu.
Pihak ABRI mengklaim menemukan selebaran dan coretan-coretan yang identik dengan pola gerakan PRD. Namun, tuduhan ini dibantah oleh tokoh PPP, Ismail Hasan Metareum (Buya), yang menyatakan bahwa massa PPP tidak terpengaruh oleh PRD, meski ia mengakui adanya kemungkinan penyusupan.
Di sisi lain, pengamat dan aktivis HAM menilai kerusuhan lebih disebabkan oleh akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap ketidakadilan politik, bukan sekadar agitasi satu kelompok. Artikel juga membahas persiapan ketiga kontestan (Golkar, PPP, PDI) menjelang hari pencoblosan “Kamis Keramat” 29 Mei 1997, serta kekhawatiran akan kecurangan pemilu.
Daftar Kliping:
1. Rusuh Tiba PRD Dituding ~ 4-5
2. Wawancara Letjen (TNI) Syarwan Hamid: PRD Melakukan Kerusuhan ~ 6
3. Wawancara Ismail Hasan Metareum: Aparat Berhak Mengutusnya ~ 6
4. Wawancara Andi Arief: Ada Anggota di Lapangan ~ 7
5. Wawancara Kastorius Sinaga: PPP Mengambil Momen ~ 7
6. Menghitung Peluang di Kamis Keramat ~ 8
Narasumber:
Letjen (TNI) Syarwan Hamid (Kassospol ABRI)
Ismail Hasan Metareum / Buya (Ketua Umum DPP PPP)
Brigjen (TNI) Slamet Supriyadi (Kapuspen ABRI)
Budiman Sudjatmiko (Ketua Umum PRD – disebutkan dalam konteks tuduhan)
Asmara Nababan (Anggota Komnas HAM)
Kastorius Sinaga (Sosiolog/Pengamat Politik UI)
Indria Samego (Pengamat Politik LIPI)
Agung Laksono (Ketua Departemen Pemenangan Pemilu Golkar)
Buttu Hutapea (Sekretaris Jenderal PDI)
Riswandha Imawan (Pengamat Politik Universitas Gadjah Mada)
Mulyana W. Kusuma (Sekjen KIPP – Komite Independen Pemantau Pemilu)
Ruhut Sitompul (Ketua Umum TOPP – Tim Obyektif Pemantau Pemilu)
Bambang Wijayanto (Direktur YLBHI)
CATATAN:
Anda bisa menghubungi juru kunci Gudang Warung Arsip via SMS/Whatsapp 0878-3913-7459 (Pesan Cepat), JIKA:
– Kesulitan masuk di situs web warungarsip.co
– Jika dokumen yang Anda cari belum ada di situs web. Sebab, karena kemampuan penyimpanan yang tidak maksimal, sebagian besar kliping tidak bisa diunggah.

