Persepsi Politik Mahasiswa ITB: Hitler Populer

Rp 5.000,00

Penulis: R. Diayan Subromo
Media: EDITOR
Tahun: 1990, 24 November
Halaman: 31
Ukuran: 0,9 MB

Versi Produksi: Digital/PDF
Kondisi File: Terbaca/Terang
Lokasi Stok: Gudang Warsip

Stok 19

SKU: KL_9463 Kategori: Label , ,

Keterangan

Mahasiswa ITB memiliki sifat yang selalu ingin nomor satu. Adalah Hitler yang mengatakan bahwa bangsanya merupakan ras paling unggul.” — Suluh Tripambudi

Kliping ini mengulas profil dan persepsi politik mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) berdasarkan hasil angket resmi yang disebarkan oleh pimpinan ITB pada semester ganjil tahun ajaran 1989-1990. Angket yang melibatkan sekitar 8.500 responden ini bertujuan untuk memetakan aspirasi mahasiswa guna perencanaan jangka panjang institusi.

Hasil riset menunjukkan kontradiksi menarik dalam karakter mahasiswa ITB: cerdas namun cenderung radikal dalam menyampaikan aspirasi. Sebagian besar mahasiswa (37,6%) setuju menjadikan kampus sebagai markas demonstrasi, mencerminkan budaya protes yang sudah “mendarah daging”. Menariknya, saluran aspirasi politik utama mereka tetap berbasis pada organisasi intra-kampus seperti himpunan mahasiswa jurusan, dibandingkan organisasi ekstra-kampus atau organisasi massa/partai politik.

Isu politik yang paling diminati mahasiswa saat itu adalah peristiwa yang bersentuhan langsung dengan dunia kampus atau berskala internasional, seperti Peristiwa Tiananmen (46,5%). Sebaliknya, isu lokal seperti keterbukaan politik atau kasus tanah kurang mendapat perhatian.

Temuan yang paling mengejutkan adalah preferensi terhadap tokoh militer dunia. Adolf Hitler muncul sebagai salah satu tokoh militer yang paling dikagumi (15,9%), di bawah Jenderal Sudirman (49,2%) namun di atas tokoh dunia lainnya. Pemujaan terhadap Hitler ini dikaitkan dengan adanya kemiripan psikologis, yakni rasa “arogansi” atau perasaan sebagai kelompok elit/unggul di kalangan mahasiswa ITB. Selain tokoh militer, Mikhail Gorbachev menjadi pemimpin dunia terfavorit (18,2%), sementara Bung Karno tetap menjadi tokoh perintis kemerdekaan yang paling diidolakan (54,1%).

Secara keseluruhan, artikel ini menggambarkan mahasiswa ITB tahun 1990-an sebagai kelompok intelektual yang memiliki kepercayaan diri tinggi, cenderung radikal dalam beraksi, dan memiliki ketertarikan pada figur-figur pemimpin yang kuat dan dominan.

NARASUMBER

Indra Djati Sidi, Ph.D.: Pembantu Rektor III ITB. Beliau merupakan penanggung jawab penyebaran angket tersebut dan memberikan penjelasan mengenai latar belakang serta tujuan riset terhadap mahasiswa.

Suluh Tripambudi (23 tahun): Mahasiswa Teknik Elektro ITB. Ia memberikan opini sebagai perwakilan suara mahasiswa terkait alasan mengapa sosok Hitler bisa populer di lingkungan kampus ITB dan hubungannya dengan mentalitas mahasiswa.

CATATAN

Anda bisa menghubungi juru kunci Gudang Warung Arsip via SMS/Whatsapp 0878-3913-7459 (Pesan Cepat), JIKA:

– Kesulitan masuk di situs web warungarsip.co

– Jika dokumen yang Anda cari belum ada di situs web. Sebab, karena kemampuan penyimpanan yang tidak maksimal, sebagian besar kliping tidak bisa diunggah.