Keterangan
“Ibnu Battuta telah berkelana selama hidupnya. Saya sendiri telah menapaki hampir separuh bumi, menjejaki kembali rangkaian perjalanannya yang sungguh menakjubkan.”
Kliping utama di rubrik Rampai majalah UMMAT ini memaparkan penjelajahan kolosal seorang pengembara muslim abad ke-14 asal Maroko, Ibnu Battuta. Kisah sejarah luar biasa ini ditulis ulang berdasarkan napak tilas abad ke-20 yang dilakukan oleh Thomas J. Abercrombie, seorang penulis senior National Geographic.
Catatan pengembaraannya dimulai pada 13 Juni 1325 ketika pemuda berusia 21 tahun tersebut meninggalkan kampung halamannya di Tangier demi menunaikan ibadah haji ke Mekah. Dorongan spiritual keagamaan dan rasa ingin tahu yang besar membawanya mengarungi perjalanan sepanjang 75.000 mil yang melintasi dua benua dan menyinggahi 44 negeri selama hampir tiga dasawarsa.
Kliping ini dibagi ke dalam empat bagian tulisan utama. Bagian awal mengisahkan perjalanan berat menembus gurun Sahara menuju Aleksandria dan Kairo, di mana ia terkesan oleh kemajuan Dinasti Mamluk. Perjalanan berlanjut ke Yerusalem, Suriah, hingga akhirnya melaksanakan ritual haji di Mekah.
Setelah itu, hasrat berkelananya membawanya menjelajahi Irak, Persia, serta kedalaman Turki untuk menyelami kehidupan para pengikut tarekat sufi Jalaluddin Rumi. Battuta kemudian meneruskan petualangan ekstrem menerjang badai salju di Hindu Kush menuju Delhi di India, tempat ia sempat mengabdi sebagai hakim di bawah Sultan Muhammad bin Tughluq.
Tak berhenti di sana, pengembaraannya terus melaju melintasi Maladewa, Ceylon, Nusantara (Sumatera), hingga berlabuh di Quanzhou, Cina.
Setelah menghabiskan waktu bertahun-tahun di negeri tirai bambu, ia memutuskan kembali ke Maroko melalui jalur darat yang gersang dan penuh bahaya. Sekembalinya ke tanah air, atas perintah sultan setempat, ia bekerja bersama penyair Ibnu Juzayy untuk membukukan seluruh memoar perjalanannya yang legendaris secara diam-diam.
Melalui kliping sejarah ini, pembaca diajak merenungkan makna sejati dari sebuah pengembaraan spiritual, toleransi budaya, dan pencarian ilmu pengetahuan yang menantang batas-batas ruang serta waktu di dunia Islam klasik.
DAFTAR KLIPING
“Napak Tilas Perjalanan Ibnu Battuta” (Halaman 50)
Tulisan pengantar yang memaparkan latar belakang kehidupan pengembara terbesar dunia asal Maroko dan laporan napak tilas modern yang dilakukan oleh jurnalis senior Thomas J. Abercrombie.
“Awal Petualangan Menembus Waktu” (Halaman 50–51)
Mengisahkan keberangkatan awal Ibnu Battuta dari Tangier pada tahun 1325 demi menuju tanah suci Mekah, serta perjalanannya melewati Aleksandria dan kemegahan kota Kairo di masa Dinasti Mamluk.
“Dari Mekah ke Cina” (Halaman 52–55)
Bagian terluas yang merangkum ziarah ke Palestina, petualangan kultural sufi di Turki, pengabdiannya sebagai hakim di India, pelayaran ke Sumatera, hingga pengamatannya di pelabuhan dagang Quanzhou, Cina.
“Akhir Petualangan” (Halaman 56)
Ulasan penutup mengenai kembalinya Ibnu Battuta ke Maroko setelah lebih dari seperempat abad merantau, serta proses penyusunan buku memoar klasiknya bersama penyair Ibnu Juzayy atas perintah sultan.
CATATAN
Anda bisa menghubungi juru kunci Gudang Warung Arsip via SMS/Whatsapp 0878-3913-7459 (Pesan Cepat), JIKA:
– Kesulitan masuk di situs web warungarsip.co
– Jika dokumen yang Anda cari belum ada di situs web. Sebab, karena kemampuan penyimpanan yang tidak maksimal, sebagian besar kliping tidak bisa diunggah.





