Keterangan
“Anda, dan saya, bisa menjadi pemilik salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia. Kami ingin jumlah investor perorangan di dalam negeri, yang tadinya hanya sekitar 200.000 orang, bisa meningkat menjadi lebih dari satu juta orang dengan emisi saham Telkom ini.”
Kliping ini mengulas persiapan masif PT Telkom dalam rangka melakukan penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) atau go public pada November 1995. Langkah ini mencetak sejarah sebagai iklan rencana go public pertama yang ditayangkan di televisi Indonesia, dengan pesan ikonik yang mengajak masyarakat umum untuk menjadi pemilik salah satu perusahaan terkemuka di tanah air.
Di bawah kepemimpinan Direktur Utama Setyanto P. Santosa, Telkom melakukan rangkaian perjalanan penawaran (public expose) yang sangat agresif, tidak hanya di kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, hingga Balikpapan, tetapi juga merambah pasar internasional di New York, London, dan Tokyo. Ambisi besar pemerintah melalui proyek ini adalah untuk meningkatkan jumlah investor domestik secara signifikan, dari yang semula hanya sekitar 200.000 orang menjadi lebih dari satu juta investor.
Untuk menarik minat investor lokal, Telkom menawarkan berbagai insentif, termasuk skema saham bonus. Bagi investor perorangan yang bersedia memegang sahamnya dalam jangka satu tahun, mereka dijanjikan satu saham bonus untuk setiap sepuluh saham yang dimiliki (dengan batas maksimal 50 saham bonus). Mekanisme pemesanan pun dipermudah melalui pembukaan loket di sembilan kota, kerja sama dengan kantor sekuritas, serta pemanfaatan jaringan bank-bank pemerintah dan swasta seperti BRI, Bank Bumi Daya, hingga Bank Niaga.
Secara finansial, optimisme ini didukung oleh kinerja pertumbuhan pendapatan rata-rata 30,17% per tahun (1990-1994). Majalah Euromoney bahkan memproyeksikan perolehan dana mencapai Rp 6,75 triliun dari penawaran di empat bursa dunia (Jakarta, New York, London, dan Tokyo). Meski dibayangi target besar untuk memeratakan kepemilikan saham di tengah dominasi investor asing dan konglomerat, IPO Telkom tetap dipandang sebagai langkah besar dalam sejarah pasar modal Indonesia.
NARASUMBER
Setyanto P. Santosa (Setyanto Prawira Santosa): Direktur Utama PT Telkom saat itu (mantan Dirut PT Industri Telekomunikasi Indonesia/Inti). Ia memberikan penjelasan mengenai skema saham bonus bagi investor jangka panjang dan target peningkatan jumlah investor domestik.
CATATAN
Anda bisa menghubungi juru kunci Gudang Warung Arsip via SMS/Whatsapp 0878-3913-7459 (Pesan Cepat), JIKA:
– Kesulitan masuk di situs web warungarsip.co
– Jika dokumen yang Anda cari belum ada di situs web. Sebab, karena kemampuan penyimpanan yang tidak maksimal, sebagian besar kliping tidak bisa diunggah.





